Saturday, 20 Apr 2019
Temukan Kami di :
Kriminal

Polda Metro Sita Belasan Ribu Obat Daftar G dari Toko Obat dan Kosmetik

Aisyah Isyana - 07/02/2019 13:23

Beritacenter.COM - Sebanyak tujuh toko obat dan kosmeti di wilayah Jakarta dan Bekasi, digrebek Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Penggerebekan dilakukan lantaran toko-toko itu diduga menjual obat-obat terlarang dalam daftar golongan G.

"Kita menyampaikan tindak pidana kesehatan. Berawal kegiatan dilakukan Polsek Kembangan akhir bulan 2018 menangkap penyalahgunaan obat daftar G yang ditemukan di Polsek Kembangan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (7/2/2019).

"Ternyata kegiatan ini nggak hanya di Kembangan tapi di seluruh DKI, makannya kemarin kita lakukan penyelidikan dan kita menemukan 7 TKP di 5 wilayah DKI Jakarta," sambungnya.

Baca juga :

Menurutnya, terdapat lima toko kosmetik dan dua apotek yang menjual obat-obat kenis G tanpa resep dokter, yakni Tramadol, Hexymer, Alprazolam, Trihexyphenidyl dan Double LL. Dari penggerebak di 7 tempat itu, polisi menyita 13.003 butir obat jenis daftar G.

"Dari TKP ini dikembangkan dan kita cek kita dapatkan obat-obat ini ada daftar G. Membeli harusnya menggunakan resep dokter. Kalau dia minum 5-6 obat ini seperti tidak sakit kalau dipukul," ungkap Argo.

Tak hanya menyita obat daftar G, polisi juga mengamankan tujuh pelaku berinisial MY (19), MA (28), HS (29), MS (29), SF (29), ML (29) dan MD (18). Ketujuh pelaku itu mengaku kepada polisi jika mereka mendapat obat-obat itu dari sales penjual obat.

"Dari sales satu plastik isi 5 (butir) itu Rp 10-25.000 dijualnya. Ini sama modusnya seperti yang di Polsek Kembangan, ditanya salesnya mana katanya nggak tahu, putus juga. Nah ini sedang kita dalami oleh penyidik," kata Argo.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, para pelaku dikenakan Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) UU nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Selain itu polisi juga mensangkakan Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) UU nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA