Tuesday, 26 Mar 2019
Temukan Kami di :
Kriminal

Soal Kasus Ahmad Dhani, TKN: Keliru Jika Dianggap Kriminalisasi Hukum

Fani Fadillah - 07/02/2019 12:43 Ahmad Dhani

Beritacenter.COM - Pagi ini sekitar pukul 09.20 WIB sidang perkara pencemaran nama baik dengan terdakwa Ahmad Dhani digelar di Ruang Cakra PN Surabaya, Kamis (7/2/2019). Tak berlangsung lama, sidang hanya memakan waktu 20 menit saja.

Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengajak semua pihak menghormati proses hukum, tanpa membawa-bawa isu adanya intervensi dari pemerintah terhadap politikus Gerindra itu.

Baca juga:

“Ahmad Dhani harus melalui due process of law. Institusi Pengadilan harus kita hormati karena itu bagian dari lembaga kekuasaan hukum yang tidak perlu dilakukan tekanan dan intervensi,” kata Ace.

Ace menegaskan, pengadilan adalah bagian dari kekuasaan hukum yang tidak bisa diintervensi oleh siapapun, termasuk seoran presiden. Pengadilan juga memiliki kemandirian dan independensi dalam memutuskan suatu keputusan hukum.

“Oleh karena itu, sangat keliru jika kasus yang dialami Ahmad Dhani sebagai kriminalisasi hukum dan berupaya dilakukan tekanan di luar pengadilan,” imbuhnya.

Agenda sidang perdana adalah pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dhani didakwa telah melakukan pencemaran nama baik. Selain membacakan dakwaan, JPU juga meminta pada majelis hakim agar Dhani berada di Rutan Medaeng.

Majelis hakim menyetujui Dhani ditahan di Rutan Medaeng. Kemudian sidang dilanjutkan pada Selasa 12 Februari dengan agenda nota keberatan.

Dhani ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik oleh penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim pada Kamis 18 Oktober 2018. Setelah penyidik mengantongi dua alat bukti, dan memeriksa sejumlah saksi termasuk ahli bahasa dan ahli pidana.

Dhani dilaporkan Koalisi Bela NKRI dengan tuduhan ujaran kebencian karena menyebut kelompok penolak deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya dengan kata ‘idiot’ pada Minggu 26 Agustus 2018.

Pentolan Dewa 19 itu juga divonis satu tahun enam bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 28 Januari 2019. Pasalnya suami Wulan Jamila itu terbukti bersalah melakukan ujaran kebencian.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA