Thursday, 20 Jun 2019
Temukan Kami di :
Internasional

Salah Satu Otak Aksi Penculikan WNI di Filipina Dikabarkan Telah Tewas

Indang Susukan diyakini berada di belakang beberapa kasus penculikan di Sabah selama dekade terakhir. Dia diyakini tewas dalam serangan militer di Jolo.

Sari Intan Putri - 07/02/2019 10:22

Beritacenter.COM - Seorang pemimpin kunci dari kelompok militan Abu Sayyaf diinformasikan tewas dalam sebuah operasi yang dilakukan oleh militer Filipina.

Indang Susukan diyakini berada di belakang beberapa kasus penculikan di Sabah selama dekade terakhir. Dia diyakini tewas dalam serangan militer di Jolo.

Operasi militer itu terjadi pada 2 Februari. Operasi ini dipimpin oleh Komandan Patroli Moro National Liberation Front (MNLF) Annuar Abdulah di Desa Talipao. Menurut pihak intelijen, Indang dikabarkan tewas akibat luka parah yang dideritanya pada 4 Februari.

“Kami meyakini dia sudah tewas,” ujar pihak intelijen.

Indang, sebelumnya juga diyakini telah tewas dalam perang habis-habisan Presiden Rodrigo Duterte melawan Abu Sayyaf dua tahun lalu. Tetapi dia muncul kembali akhir tahun lalu untuk mengatur penculikan terbaru di perairan lepas pantai wilayah timur Sabah.

Salah satu pemimpin kunci dari kelompok militan Abu Sayyaf dikabarkan tewas dalam sebuah operasi yang dilakukan oleh militer Filipina.: Penculik WNI di Filipina Tewas dalam Operasi Militer

Operasi militer Filipina terhadap Abu Sayyaf dilakukan kembali ketika Abu Sayyaf dianggap sebagai otak penyerangan sebuah gereja di Jolo pada 27 Januari lalu. 22 orang tewas dalam kejadian ini dan lebih dari 100 warga lainnya terluka.

Pihak Filipina menyebutkan bahwa pengeboman di gereja itu dilakukan oleh pasangan asal Indonesia. Tetapi Kedutaan Besar Indonesia di Filipina memastikan bahwa pihak Filipina tidak dapat mengetahui secara pasti apakah pelaku merupakan warga negara Indonesia.

Kelompok Indang bertanggung jawab atas penculikan di Negri Sembilan pada 2012. Kemudian penculikan warga Taiwan Chang An Wei Pulau Pom Pom pada 2013 dan penculikan terhada warga Sarawak, Bernard Then. Then merupakan warga Malaysia pertama dan satu-satunya yang dipenggal oleh Abu Sayyaf.

Akhir tahun lalu, Indang, bekerja sama dengan Komandan Abu Sayyaf lainnya Hatib Hajan Sawadjan untuk membentuk Hukum Organik Bangsamoro (BOL). Hukum yang baru diperkenalkan ini, juga dikenal sebagai Hukum Dasar Bangsamoro. BOL menciptakan negara Muslim di Filipina yang menggantikan Daerah Otonomi Mindanao Muslim.

Sumber-sumber intelijen mengatakan meskipun ada ofensif militer dari Filipina, tiga sandera yang berada di tangan Abu Sayyaf masih aman dan dijaga oleh kelompok Abu Sayyaf. Sandera itu adalah dua orang warga negara Indonesia dan seorang warga Malaysia.




Berita Lainnya

Warga Hong Kong Ramai-ramai Lari ke Taiwan

19/06/2019 13:08 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA