Monday, 16 Sep 2019
Temukan Kami di :
News

PSI Sebut Vonis Bersalah dan Penjara Buni Yani Bukti Dirinya Telah Kalah Bermubahalah

Aisyah Isyana - 04/02/2019 16:03

Beritacenter.COM - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai, Buni Yani berkali-kai bermubahalah terkait kasus potongan video eks Gubernur DKI Jajarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Dengan adanya vonis bersalah dan ditahan, PSI menyebut Buni Yani sudah kalah dalam mubahalah.

"Buni Yani berkali-kali mubahalah sejak awal kasus ini, dengan dia masuk penjara sebenarnya dia sudah kalah dalam mubahalah, karena mubahalah berlaku efektif di dunia juga, tidak harus nunggu di akhirat," ujar Juru Bicara PSI, Guntur Romli dalam keterangan tertulis, Senin (4/2/2019).

Baca juga :

Mubahalah dilakukan untuk membuktikan mana yang benar dan yang salah dengan campur tangan tuhan. Guntur menilai, putusan bersalah yang dijatuhkan terhadap Buni Yani telah membuktikan Buni Yani kalah dalam bermubahalah.

Terlebih, faktanya sendiri putusan bersalah terhadap Buni Yani konsisten dari Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi hingga Mahkamah Agung. "Jadi sudah terbukti mubahalah Buni Yani kalah," katanya.

Untuk itu, Guntur berharap agar Buni Yani dapat menjalani hukuman penjara yang telah ditetapkan tanpa membuat kegaduhan. Terlebih, Guntur menilai jika eksekusi terhadap Buni Yani sudah cukup lama ditunda.

"Kalau mau dibandingkan dengan kasus Ahok, Buni Yani harusnya ditahan sejak vonis pertama, November 2017, bahkan kasasi dia sudah ditolak November 2018, dia sudah keenakan ditunda terus, bukannya bersyukur malah nantang-nantang lagi mubahalah yang terbukti dia sudah kalah," tutur Guntur.

Untuk diketahui, sebelumnya beredar video Buni Yani bermubahalah. Buni Yani tetap pada keyakinannya jika dirinya tak bersalah dan meminta azab segera diturunkan bagi seluruh orang yang berbohong dan menuduhnya.

Terkait video yang beredar prihal Buni Yani bermubahalah, Aldwin Rahadia selaku kuasa hukumnya memastikan jika video itu merupakan video lama. Konfirmasi ini sekaligus menjawab anggapan sebagaian orang yang menduga video itu diambik setelah proses eksekusi.

"Tetapi bila saya benar maka biarlah azab yang sama menimpa seluruh orang yang menuduh saya, termasuk buzzer, polisi, jaksa dan hakim. Mohon video ini disebarkan oleh seluruh jemaah. Biar langsung efeknya mengena," kata Buni Yani.




Berita Lainnya

KACAU...! "TEMPO" Sudah Kerasukan Virus "OBOR RAKYAT"

16/09/2019 16:20 - Indah Pratiwi Budi

Direvisi, Sekarang Anak Bisa Laporkan Orang Tua

16/09/2019 15:51 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA