Wednesday, 17 Jul 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Inilah Perbedaan Dua Orang Penyebar Hoax Di Mata Prabowo, Ratna "Dibuang" Ahmad Dhani "Disayang"

Indah Pratiwi Budi - 04/02/2019 13:13

Beritacenter - Kesetiaan dan konsistensi merupakan dua kata yang langka di politik tanah air. Pasalnya, aktor politik kita terbiasa mengumbar sikap ‘mencla-mencle’ dan lompat-lompat dukungan tanpa ada posisi yang kukuh.

Seluruhnya hanya dipertimbangkan berdasarkan pragmatisme jangka pendek dan kekuasaan yang ada di depan mata saja. Tak ada nilai utama yang diperjuangkan.

Hal itu, misalnya, dapat dilihat dari perlakuan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi dalam menghadapi kasus hoaks dan ujaran kebencian. Meskipun mereka mengaku anti terhadap dua aktivitas tersebut, nyatanya juga pernah terlibat di dalamnya.

Tak bisa disangkal lagi bahwa para pendukung Prabowo itu pernah terlibat dalam kasus hoaks berjamaah. Hal itu terjadi ketika kasus dugaan penganiayaan Ratna Sarumpaaet menyeruak di publik.

Tanpa babibu para pendukung Prabowo-Sandi itu bersemangat menyebarkan kabar hoaks itu tanpa ada verifikasi terlebih dahulu. Bahkan, mereka secara tak langsung juga menuduh pemerintah sebagai dalang penganiayaan itu. Alhasil kabar bohong pun menyebar dengan cepat di masyarakat.

Lucunya, ketika kebohongan berjamaah itu terbongkar, mereka pun beramai-ramai ‘cuci tangan’. Para pendukung Prabowo itu tidak mengakui kesalahannya, tapi justru menimpakan seluruhnya kepada Ratna.

Padahal, kalau kita mau jujur, kasus itu tak akan menjadi kontroversial di publik Indonesia apabila Prabowo Subianto, Fadli Zon, Amien Rais, Dahnil Anzar Simanjuntak, hingga Rachel Maryam tak menyebarkannya.

Namun setelah kebohongan itu diketahui publik, mereka langsung balik badan menyalahkan Ratna Sarumpaet. Hingga terakhir mengeluarkannya dari struktur kepengurusan BPN Prabowo-Sandi.

Pengacara Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin, menyebut kliennya tidak pernah dijenguk oleh timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno selama ditahan di Polda Metro Jaya, atas kasus penyebaran berita bohong atau hoaks.

Sebelum menjadi pesakitan di Polda Metro Jaya, Ratna diketahui pernah menjabat sebagai juru kampanye nasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

“Pada prinsipnya timses itu enggak ada (menjenguk). Tidak ada menjenguk,” ujar Insank di Polda Metro Jaya, Kamis (31/1).

Dari pihak BPN Prabowo-Sandi sendiri mengakui tak pernah menjenguk pesakitan kasus hoaks tersebut. Anggota Dewan Pengarah tim Prabowo-Sandi, Fadli Zon mengaku memang tidak menjenguk karena jengkel dibohongi.

“Memang nggak ada niat (menjenguk) sih. Kami nih kan keki, jengkel sekali merasa dibohongi kok,” kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (1/2)

Di sinilah kita melihat satu sikap yang bisa ditandai. Yakni sikap pengecut untuk tidak mau mengakui terlibat dalam kebohongan berjamaah tersebut.

Namun sikap berbeda terjadi pada BPN terkait dengan kasus yang dialami Ahmad Dhani. Meski sama-sama terkena UU ITE, tapi perlakuan kubu Prabowo itu berbeda 180 derajat.

Para pendukung Prabowo itu sekarang justru mengelu-elukan terpidana kasus ujaran kebencian itu. Menurut mereka, Ahmad Dhani adalah martir untuk perjuangan menggulingkan kekuasaan.

BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyamakan Ahmad Dhani dengan John Lennon. Hal itu lantaran keduanya sama-sama merupakan musisi yang memilih terjun ke politik untuk menyuarakan kritik.

“Dhani ini kalau kita ibaratkan kaya John Lennon. John Lennon tuh juga begitu, matang sebagai musisi, kemudian memilih jalan politik untuk mengkritik. Nah, Mas Dhani melakukan hal serupa,” kata Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (31/1)

Bahkan, BPN akan menggelar pertunjukan musik akustik yang dilakukan Sandiaga di Media Center Prabowo-Sandiaga untuk Ahmad Dhani. Mantan Ketum PP Pemuda Muhammadiyah itu mengungkapkan ‘Tribute to Ahmad Dhani’ itu merupakan ide dari sang cawapres, Sandiaga Uno.

Sebelumnya, Sandiaga menyanyikan lagu ‘Hadapi dengan Senyuman’ sambil memainkan gitar. Sandi mengatakan lagu ini dipersembahkan untuk Ahmad Dhani.

Seperti diketahui, Ahmad Dhani divonis 1,5 tahun penjara karena terbukti melakukan ujaran kebencian terkait SARA lewat akun Twitter miliknya. Dhani kini mendekam di Rutan Cipinang, Jakarta Timur.

Baca Juga :

Perlakuan berbeda kubu Prabowo-Sandi kepada dua orang dengan kasus yang hampir mirip ini menunjukkan inkonsistensinya. Bila kasus itu terbongkar dan membawa dampak positif akan dielu-elukan, tetapi bila membawa efek buruk di publik maka akan dibuang.

Antara Ahmad Dhani dan Ratna Sarumpaet berbeda tipis di sana. Diantara keduanya, tak ada kata setia sama sekali. Semua hanya soal keuntungan elektoral.




Berita Lainnya

Jokowi-Prabowo Akan Bertemu Lagi, Dimana?

17/07/2019 15:48 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA