Wednesday, 16 Oct 2019
Temukan Kami di :
News

Jawab Tudingan Kriminalisasi, Jokowi: Tak Ada Kasus Hukum Lalu Dipenjara, Itu Kriminalisasi

Kriminalisasi ulama, ulama mana yang dikriminalisasikan? Jadi kriminalissi nggak ada kasus hukum, kemudian dimasukn ke sel itu kriminalisasi

Aisyah Isyana - 01/02/2019 20:53

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu KH Maimoen Zubair alias Mbah Moen, dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Al Anwar, Rembang, Jawa Tengah, Jum'at (1/2/2018). Pada kunjungannya, Jokowi sempat bicara prihal dirinya yang dituduh melakukan kriminalisasi.

Menurutnya, yang namanya kriminalisasi itu jika tidak ada kasus hukum. Jokowi mengatakan, dirinya kerap mendapat fitnah dan berbagai isu yang dialamatkan kepadanya. Fitnah-fitnah itu diantaranya mulai dari tuduhan anggota PKI, anti ulama hingga kriminalisasi ulama.

Baca juga :

"Saya dibilang anti ulama, masa saya diem ya saya jawab sekarang. Dibilang kriminalisasi ulama, ya saya jawab sekarang," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, tudingan anti ulama merupakan tuduhan yang sangat tak masuk dalam logika. Pasalnya, Jokowi sendiri hampir tiap minggu melakukan kunjungan ke Ponpes. Terlebih, Jokowi juga mencetuskan hari Santri Nasional.

"Saya tiap minggu masuk ponpes dengan ulama. Kemudian, yang tanda tangan Hari Santri siapa? Masa antiulama tanda tangan Hari Santri? Logika harus kita pakai," kata Jokowi.

"Kalau Cak Lontong bilang 'mikir,mikir, mikir ya kan," imbuhnya disambut tepuk tangan santri.

Sementara prihal tudingan dirinya melakukan kriminalisasi terhadap ulama, Jokowi dengan tegas menjelaskan jika ada persoalan hukum dan kemudian putusannya harus masuk penjara, hal itu bukanlah kriminalisasi.

"Kriminalisasi ulama, ulama mana yang dikriminalisasikan? Jadi kriminalisasi nggak ada kasus hukum, kemudian dimasukan ke sel itu kriminalisasi. Kalau ada kasus hukum, ada yang melaporkan, aparat melakukan penyidikan, kemudian dibawa ke yudikatif, pengadilan yang memutuskan di pengadilan," katanya.

"Kalau nggak ada salah pasti bebas," ungkapnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA