Sunday, 26 May 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Inilah....! 5 Dosa Besar Sohibul Iman Kepada Prabowo

Indah Pratiwi Budi - 01/02/2019 14:20

Beritacenter.COM - Viral di whatsapp artikel berjudul “5 Dosa Sohibul Iman Kepada Prabowo” belum diketahui kapan dan siapa yang membuat artikel tersebut, begini isinya:

Muhammad Sohibul Iman Presiden PKS ini konyol, meskipun bagian dari Koalisi Prabowo-Sandi tapi langkahnya seringkali menikam kawan sendiri.

Sepertinya dia ngga ‘sreg’ atau gak nyaman dengan keberadaan Prabowo.

1. Menuding bahwa Prabowo bukan muslim taat, bukan pula santri.

Menuding bahwa Prabowo bukan muslim taat, bukan pula santri.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman menjelaskan alasan partainya selalu akrab dengan partai Gerindra. Hubungan mesra ini tak lepas dari kesadaran historis dan sosiologis bangsa Indonesia.

Menurut Sohibul, Indonesia ditakdirkan lahir oleh dua kelompok yaitu Islam dan nasionalis. Karenanya, fakta ini harus dijaga sampai saat ini.

“Bahwa kelompok Islam dan nasionalis harus hand in hand. Ada saling pengertian di antara keduanya,” ujar Sohibul, di Hotel Kartika Chandra, Kamis (26/7) malam.

Ia pernah ditanya Duta Besar Belanda ketika datang ke DPP PKS mengapa selalu akrab dengan Prabowo. Apakah Prabowo seorang Muslim yang baik.

Baca Juga :

“Saya tegas katakan, bukan, Pak Prabowo bukan Muslim yang taat. Bukan Muslim santri. Dia adalah Muslim abangan saya katakan,” tegas Sohibul menjawab pertanyaan duta besar Belanda.

2. Mengancam Prabowo akan membuat Poros Ketiga jika Salim Segaf Al Jufri tak terpilih sebagai cawapres Prabowo.

Koalisi pengusung Prabowo Subianto berpeluang terbelah. Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman menegaskan tidak tertutup kemungkinan terbentuknya poros ketiga antara PKS, PAN, dan PKB untuk Pilpres 2019 kalau tidak dicapai titik temu partai pendukung para capres.

Menurut Sohibul, poros ketiga sangat memungkinkan terjadi jika Presiden Joko Widodo membuat keputusan cawapres dalam waktu dekat ini. Sebelumnya, muncul isu jika PKB berpeluang berbelok dari koalisi jika Muhaimin Iskandar atau Cak Imin gagal jadi cawapres Joko Widodo (Jokowi).

“Mungkin ada yang kecewa, itu bisa saja kan. Tapi hitungan hari ini, yang mungkin bentuk poros ketiga hingga saat ini yaitu PKS, PAN, dan PKB,” kata Sohibul, Rabu (8/8/2018).

3. Mengancam matikan mesin PKS pada Pilpres 2019 jika wagub DKI tidak diserahkan kepada PKS. Hal ini disampaikan melalui Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengatakan, alotnya pembahasan soal wakil gubernur dengan Partai Gerindra membuat kader kecewa.

Menurut Suhaimi, mesin partai untuk Pemilihan Presiden 2019 bisa mati akibat hal ini.

“Kekecewaan itu sudah terasa di bawah. Kalau kader pada kecewa, otomatis mesin partai pasti mati tuh karena PKS itu kan partai kader,” ujar Suhaimi ketika dihubungi, Selasa (30/10/2018).

4. Mengkritik penyampaian Pidato Kebangsaan Prabowo terlalu lama dan tidak fokus.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman mengkritik pidato kebangsaan ‘Indonesia Menang’ yang disampaikan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Menurut Sohibul, durasi pidato Prabowo terlalu lama. “Dari sisi waktu, terus terang saya mengkritik, ini terlalu lama,” ujar Sohibul usai acara, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019) malam.

Prabowo berpidato selama 1 jam 23 menit. Ketua Umum Partai Gerindra itu melontarkan sejumlah kritik terhadap pemerintah serta menyampaikan apa yang akan dilakukannya jika menang dalam Pilpres 2019.

5. Menyampaikan kepada kader PKS di acara Konsolidasi Nasioanal Fraksi PKS bahwa memasarkan Prabowo Sandi tidak otomatis mengangkat PKS.

Partai politik menghadapi tantangan yang berat di Pemilu serentak 2019. Selain soal parliamentary threshold yang meningkat jadi 4 persen, juga pemilihan serentak dinilai tak menguntungkan bagi parpol yang tak mengusung kader sebagai capres-cawapres.

Presiden PKS Sohibul Iman menyebut meskipun partainya mengusung Prabowo-Sandi, belum tentu akan mengangkat elektabilitas partainya. Berbeda dengan Gerindra yang mengusung Prabowo sebagai capres.

“Jadi saudara kita di Gerindra memasangkan Pak Prabowo dan Sandi itu sudah otomatis memasarkan Gerindra. Demikian juga yang di sebelah sana, memasarkan Pak Jokowi, itu sama dengan memasarkan PDIP, dan memasarkan Pak Ma’ruf Amin kurang lebih sama dengan memasarkan PKB,” ucap Sohibul dalam sambutannya di Konsolidasi Nasional Fraksi PKS di Grand Sahid Hotel, Jakarta Pusat, Rabu (30/1).

Aneh kan? Seharusnya PKS mati – matian membangun citra positip Prabowo. Bukan malah menikam menelikung mereduksi citra Prabowo.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA