Friday, 26 Apr 2019
Temukan Kami di :
Teknologi

Canggih, Negara-negara Barat Saat Ini Tengah Mengedepankan Pembuatan Senjata Hipersonik

Selain itu, Parly juga mengatakan jika akan menargetkan pesawat tersebut akan bisa menjalani uji terbang di akhir tahun 2021. Perancis juga diketahui telah melakukan studi banding tentang sistem tenaga penggerak untuk penerbangan hipersonik senilai 37 miliar euro (sekitar Rp 597 triliun) sebagai bagian dari perombakan persenjataan nuklir miliknya.

Sari Intan Putri - 30/01/2019 19:43

Beritacenter.COM - Beberapa negara besar di dunia ini diketahui telah berlomba-lomba dalam mengembangkan senjata hipersonik yang mampu melaju melebihi kecepatan suara.

Sebelumnya, Rusia dan China sudah lebih dulu mengumumkan mengembangkan senjata hipersonik, tapi kali ini informasi datang dari Perancis. Perancis dikabarkan akan mulai membangun pesawat yang mampu terbang hingga kecepatan Mach 5 atau setara dengan lebih dari 6.174 kilometer per jam.

"Kami telah memutuskan untuk menerbitkan kontrak pesawat terbang hipersonik, yang mampu melaju hingga lebih dari 6.000 kilometer per jam," kata Menteri Angkatan Bersenjata Perancis, Florence Parly.

Selain itu, Parly juga mengatakan jika akan menargetkan pesawat tersebut akan bisa menjalani uji terbang di akhir tahun 2021. Perancis juga diketahui telah melakukan studi banding tentang sistem tenaga penggerak untuk penerbangan hipersonik senilai 37 miliar euro (sekitar Rp 597 triliun) sebagai bagian dari perombakan persenjataan nuklir miliknya.

Perancis telah mengembangkan rudal udara-ke-darat, ASN4G, yang akan menggantikan misil jarak menengah, ASMP.

Di bawah proyek V-MaX, yang dipimpin ArianeGroup, sistem peluncur dari rudal tersebut berpeluang dikonfigurasikan untuk perjalanan dengan kecepatan hipersonik.

"Persenjataan (hipersonik) ini dapat menjadi ancaman bagi persenjataan konvensional, bahkan nuklir," kata Sekretariat Antar-Kementerian untuk Pertahanan dan Keamanan Nasional (SGDSN) Perancis.




Berita Lainnya

Hoaks Server KPU Diretas

22/04/2019 03:20 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA