Wednesday, 24 Apr 2019
Temukan Kami di :
Internasional

Perbedaan Pendapat Antara Presiden AS dan Intelijennya Terkait Isu Penting di Dunia

Intelijan itu juga menyebutkan Cina dan Rusia sebagai dua negara ancaman terbesar bagi AS. Kedua negara tersebut semakin erat bekerja sama dibanding beberapa dekade sebelumnya.

Sari Intan Putri - 30/01/2019 14:12

Beritacenter.COM - Pimpinan lembaga intelijen Amerika Serikat mengatakan jika pihaknya berselisih pendapat dengan Presiden AS Donald Trump terkait isu penting seperti Korea Utara, Iran dan Suriah.

Intelijan itu juga menyebutkan Cina dan Rusia sebagai dua negara ancaman terbesar bagi AS. Kedua negara tersebut semakin erat bekerja sama dibanding beberapa dekade sebelumnya.

“Cina, Rusia, dan Korea Utara, semakin meningkatkan penggunaan operasi siber untuk mengancam pikiran dan mesin dengan mengembangkan sejumlah cara, mencuri informasi, mempengaruhi warga negara kita, dan mengganggu infrastruktur penting,” kata Dan Coats, direktur Intelijen Nasional.

Coats juga mengatakan jika hubungan Moskow dan Beijing semakin dekat jika dibandingkan beberapa dekade sebelumnya. Dalam pertemuan itu, Coats didampingi Direktur CIA, Gina Haspel, Direktur FBI, Christopher Wray, Direktur National Security Agency Jenderal Paul Nakasone, Direktur Defense Intelligence Agency Jenderal Robert Ashley and Direktur National Geospatial-Intelligence Director Robert Cardillo.

Perlu diketahui juga jika penjelasan pimpinan intelijen ini berbeda dengan sejumlah pernytaan Presiden AS sebelumnya terkait bahaya Rusia terhadap Pemilu selama 2018 dari gangguan luar. Namun mereka memperkirakan akan ada serangan yang lebih dahsyat dan baru pada saat Pilpres AS 2020 nanti.




Berita Lainnya

Prabowo "Keok" Di Singapura, Jokowi "Makin Perkasa"

24/04/2019 06:53 - Indah Pratiwi Budi

TOP...! Jokowi-Amin Menang 85% Di Prancis

19/04/2019 18:07 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA