Saturday, 23 Feb 2019
Temukan Kami di :
Internasional

Ledakan Bom di Gereja Filipina Diduga Libatkan Orang Indonesia

Indah Pratiwi - 30/01/2019 13:22

Beritacenter.COM - Tiga pelaku pengeboman gereja di Katedral Our Lady of Mount Carmel, Jolo, Provinsi Sulu, Filipina pada Minggu(27/1/2019) kemarin diduga melibatkan orang Indonesia.

Dilansir The Straits, pejabat kepolisian Filipina Bernard Nanac menyatakan pelaku yang ditembak mati ialah Ommal Yusop(56). Selain itu, satu orang lainnya berhasil digerebek dan satu lainnya melarikan diri.

Akibat bom yang meledak telah menewaskan sebanyak 21 orang berdasarkan rekaman CCTV yang diambil di luar gereja.

Yusop dan Kamah diketahui anggota salah satu faksi dari Abu Sayyaf bernama Ajang-Ajang. Kelompok ini didirikan pada 1990-an namun anggotanya tidak terlalu banyak.

Sebelumnya Presiden Rodrigo Duterte berjanji akan menumpas para pelaku. Setelah itu, angkatan udara Filipina melancarkan serangan udara ke basis kelompok Abu Sayyaf di Patikul dan Indanan, Sulu.

"Itu adalah terorisme dan bunuh diri. Anda tidak dapat membawa tas plastik, Anda akan ditanyai oleh militer dan polisi ketika menggunakan tas punggung. Tapi Anda bisa melihat, di sekeliling ada potongan-potongan daging. Kami bahkan menginjaknya," ujarnya.

Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana mnyebutkan, aksi bunuh diri itu kemungkinan terjadi saat ledakan bom yang kedua. Kelompok gerilyawan Abu Sayyaf bertanggung jawab atas serangan gereja. Bahkan ada kemungkinan salah satu pelaku merupakan orang Indonesia.

"Bom pertama yang meledak di dalam gereja itu sepertinya ditinggalkan oleh seorang perempuan tertentu. Bom kedua yang meledak di pintu masuk sekitar 1,5 menit setelahnya, mungkin adalah bom bunuh diri seperti yang ditunjukkan dengan bagian-bagian tubuh yang berserakan di mana-mana," ujarnya.

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA