Friday, 20 Sep 2019
Temukan Kami di :
Politik

Tuding PSI Otak Indonesia Barokah, PSI: Citra Santun SBY Luluh Lantah oleh Seorang Andi Arief

Saya menghormati mantan presiden kita, SBY. Beliau sudah susah payah membangun citra sebagai pemimpin yang santun dalam bertutur. Tapi citra tersebut diluluhlantakkan oleh seorang kader yang kami nilai adalah bagian dari politik kebohongan yang jauh dari politik santun

Aisyah Isyana - 29/01/2019 19:43

Beritacenter.COM - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengaku sangat menghormati Ketum Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhono (SBY), yang sangat santun. Namun, PSI menyoroti sikap politik Wasekjen PD, Andi Arief, yang dinilai sangat berbeda dengan SBY.

"Saya menghormati mantan presiden kita, SBY. Beliau sudah susah payah membangun citra sebagai pemimpin yang santun dalam bertutur. Tapi citra tersebut diluluhlantakkan oleh seorang kader yang kami nilai adalah bagian dari politik kebohongan yang jauh dari politik santun," kata Jubir PSI, Dedek Prayudi, dalam keterangannya, Selasa (29/1/2019).

Dedek mengaku heran dengan SBY yang terkesan membiarkan Andi Arief, yang dinilainya kerap membuat gaduh. Sebut contoh Dedek menyinggung prihal tweet Andi Arief soal tujuh kontainer surat suara tercoblos yang belakangan diketahui sebagai hoax.

"Melihat track record Pak Andi Arief dalam beberapa bulan terakhir dan respons Pak SBY yang terkesan membiarkan, saya jadi meyakini bahwa Pak SBY merestui apa yang diucapkan Pak Andi. Pertama adalah soal Prabowo jenderal kardus, kedua adalah soal hoaks surat suara tujuh kontainer," ujar Dedek.

Untuk itu, Dedek mengimbau SBY untuk tidak mendiamkan tindakan Andi Arief. Terlebih soal tudingan Andi yang menduga PSI sebagai otak Tabloid Indonesia Barokah. Hal itu dilakukan Dedek lantaran tak ingin publik beranggapan SBY merestui ucapan Andi Arief, terlebih soal PSI.

"Sekarang Pak Andi lagi-lagi menggiring opini jahat bahwa PSI mendalangi tabloid Barokah. Memang ada kata menduga, tapi juga tak ada rasionalitas dugaannya sehingga sama saja dengan dugaan kosong yang zalim sekali," sebut Dedek.




Berita Lainnya

Sah Revisi UU KPK, Istana: Ini Sudah Final

17/09/2019 15:29 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA