Sunday, 24 Feb 2019
Temukan Kami di :
Keuangan

Wapres JK Jawab 'Nyiyiran' Prabowo Soal Menteri Pencetak Utang

Buktinya kan tidak ada utang kita yang jatuh tempo yang tidak kita bayar. Bahwa kemudian kita pinjam lagi itu cara pengelolaan keuangan

Aisyah Isyana - 29/01/2019 16:11

Beritacenter.COM - Capres nomor urut 01, Prabowo Subianto, menyebut Menteri Keuangan sebagai menteri pencetak utang. Wapres Jusuf Kalla (JK) mengaku tak masalah dengan tudingan Prabowo dan menegaskan bahwa utang negara pasti dapat terbayar.

"Pengalaman kita sejak pemerintahan sebelumnya, Pak Harto, Ibu Mega, Pak Gus Dur, itu semua bisa dibayar utang-utang yang ada itu. Terkecuali pada saat krisis kita sementara justru dibantu oleh IMF," kata JK di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Selasa (29/1/2019).

Baca juga :

Dalam hal ini, JK mengistilahkan Indonesia bak perusahaan besar yang melakukan investasi dengan meminjam dana dari Bank. Menurut JK, yang terpenting dalam hal ini yakni kemampuan negara untuk membayar utang dan Indonesia sanggup membayarnya.

"Bisa bayar, dari pajak, pajak kan naik terus," ujarnya.

JK mengatakan, suatu negara jika ingin berkembang lebih cepat maka harus membangun masa depan. Meski begitu, membangun masa depan akan sangat sulit jika dalam kondisi penerimaan yang masih sangat terbatas.

"Jadi artinya berutang. Di negara-negara apa saja, Jepang bersaing utang ke lembaga pensiun atau lembaga apa di negaranya. Amerika berutang dengan cara mencetak uang," imbuhnya.

Menurutnya, Menteri Kuangan selalu menerima pemasukan negara dari pajak dan melakukan pengeluaran untuk belanja negara. Tak ayal jika defisit selalu dialami Menteri Keuangan.

"Defisit-defisit itu selalu ditalangi dengan utang. Tapi bukan jumlahnya yang penting, yang penting ialah dapat dibayar atau tidak," tuturnya.

Sejauh ini, JK memastikan jika pemerintah masih dapat mengatasi kondisi utang di Indonesia. "Buktinya kan tidak ada utang kita yang jatuh tempo yang tidak kita bayar. Bahwa kemudian kita pinjam lagi itu cara pengelolaan keuangan," ucapnya.




Berita Lainnya

Sri Mulyani Jelaskan Aturan Baru BPJS Kesehatan

23/01/2019 05:03 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA