Sunday, 24 Feb 2019
Temukan Kami di :
Kesehatan

Jumlah Penderita Meningkat Dibanding Tahun Lalu, 5 Orang di Brebes Meninggal Karena DBD

Aisyah Isyana - 29/01/2019 15:37

Beritacenter.COM - Lima orang warga di Kabupaten Brebesm Jawa Tengah, meninggal dunia akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD). Jumlah penderita penyakit DBD di Brebes sendiri mencapai 39 orang, termasuk dari 5 orang yang meninggal.

Sejauh ini, Pemkab belum menetapkan kejadian luar biasa (KLB) terkait kasus ini. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, dr Sri Gunadi menyebut peningkatan penyakit DBD dikarenakan musim hujan yang mengguyur belakangan ini.

"Kalau yang tercatat itu jumlah penderitanya ada 39 orang dan 4 meninggal. Belakangan ada balita di Kelurahan Pasarbatang meninggal hari ini, tapi laporan itu belum masuk ke dinas, kalau memang benar karena DBD berarti tambah 1 menjadi 5 orang," tutur Sri Gunadi di kantornya, Selasa (29/1/2019).

Menurutnya, jika melihat jumlah penderita pada Januari ini, tren penderita DBD cenderung mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, yakni tercatat 30 orang penderita DBD pada 2018 lalu.

"Baru Januari saja sudah ada 39 yang terkena DBD, ini trennya meningkat dibanding tahun lalu. Kemungkinan akan meningkat karena musim hujan masih berlangsung," sambungnya.

Berdasarkan dara Dinkes Brebes, para penderita DBD yang dilaporkan meninggal dunia yakni, Alan firgiawan (5,5) alamat Desa Cikandang Kersana, Kholisna Munafilah (7) alamat Desa Limbangan Kersana, Athalia Dinar Azahra (6) alamat Ketanggungan dan Rafa febian (9) alamat Dukuh Tengah Ketanggungan.

Sementara balita warga Kelurahan Pasarbatang yang meninggal pada Senin malam yakni, Maulana Kevin Saputra (4). Dinkes saat ini belum memasukkan nama tersebut lantaran masih menunggu keterangan dari rumah sakit yang merawat balita tersebut.

Dinkes sejatinya sudah menggalakkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara serentak. Hal itu dilakukan seiring adanya peningkatan jumlah penderita DBD di Brebes. Adapun tujuannya agar rantai penularan nyamuk tidak meluas ke wilayah lainnya. Ada pula di lokasi tertentu yang dilakukan fogging untuk membunuh nyamuk dewasa.

Meski terjadi peningkatan, namun belum bisa dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Gunadi melihat pada bulan Januari tahun ini jumlahnya hampir sama dengan bulan Januari tahun 2018 lalu.

"Untuk menetapkan KLB itu kan dilihat dari jumlah penderita bulan ini dibanding bulan yang sama pada tahun lalu. Minimal ada peningkatan 2 kali dibanding bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Cuma memang Januari ini dan tahun lalu hampir sama ada peningkatan karena sama-sama musim hujan," paparnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA