Sunday, 16 Jun 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Komnas HAM Bongkar Peran Prabowo Dalam Kasus Penculikan dan Penghilangan Paksa Aktivis 98

Lukman Salasi - 29/01/2019 11:25

BeritaCenter.com – Tragedi mengerikan soal penculikan dan penghilangan paksa aktivis 98 berhasil dikuak. Peristiwa ini terjadi pada masa pemilihan Presiden Republik Indonesia pada 1997-1998. Di mana kasus ini terjadi pada saat Soeharto masih menjadi Presiden.

Tim Ad Hoc yang dibentuk Komnas HAM kemudian berhasil mengungkap adanya dugaan pelanggaran HAM berat atas peristiwa tersebut. Tim ini dibentuk 1 Oktober 2005 dengan tugas melakukan penyelidikan berdasarkan Undang-undang No 26/2000 tentang pengadilan HAM.

Berdasarkan hasil dan kesimpulan dari penyelidikan disebutkan, bahwa Prabowo Subianto dianggap bertanggunjawab atas kejadian penculikan dan penghilangan paksa aktivis 98.

“Mayjen TNI Prabowo Subianto selaku Danjen Kopassus pada waktu itu (Desember 1995 hingga 20 Maret 1998) bertanggungjawab atau setidak-tidaknya patut mengetahui terjadinya peristiwa penghilangan orang secara paksa yang dilakukan Tim Mawar,” seperti yang disebutkan dalam Laporan Tim Ad Hoc KKP HAM Berat PPOSP 1997-1998.

Dalam laporan itu disebutkan, Tim Mawar dibentuk dibawah Grup IV Komando Pasukan Khusus (KOPASSUS) berdasarkan perintah langsung dant tertulis dari Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Prabowo Subianto.

“Keterlibatan Prabowo baik secara langsung maupun tidak langsung antara lain dalam bentuk pemberian perintah kepada pelaksana operasi yang kemudian membentuk Tim Mawar atau setidak-tidaknya mengetahui dan membiarkan terjadinya tindakan penculikan dan penahanan di Poskotis Cijantung yang dilakukan oleh pasukan yang berada dibawah kendali yang efektif dari Prabowo,” dilansir dari laporan Tim Ad Hoc Komnas HAM.

Dalam laporan tim Komnas HAM tersebut, ada 9 orang yang berhasil kembali dari penculikan. Dan ada 13 orang lainnya yang masih hilang dan belum dikembalikan.




Berita Lainnya

DPR Minta Masyarakat Percayakan Pada MK

15/06/2019 03:04 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA