Wednesday, 16 Oct 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Menolak Lupa Penculikan Aktivis 98, Siapa Saja Korbannya? Siapa Dalangnya?

Fani Fadillah - 29/01/2019 00:12

Beritacenter.COM - Pada masa pemilihan Presiden Republik Indonesia untuk periode 1998-2003 terjadi penculikan dan penghilangan orang secara paksa di tahun 1997-1998. Pada masa itu juga terdapat dua agenda politik besar diantaranya Pemilu 1997 dan Sidang Umum (SU) Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada bulan Maret 1998 guna memilih Presiden dan Wakil Presiden RI yang pada saat kasus ini terjadi, Indonesia masih dipimpin oleh Presiden Soeharto.

Saat itu para pemuda dan mahasiswa yang berjuang demi keadilan dan demokrasi di masa pemerintahan Orde Baru dibungkam dengan adanya penculikan dan penghilangan orang secara paksa.

Mereka yang kritis terhadap kebijakan pemerintah dianggap sebagai kelompok yang dapat merongrong kewibawaan negara. Segala pendapat yang dilontarkan para pemuda itu dinilai sebagai ancaman yang dapat menghambat jalannya roda pemerintahan.

Korban Penculikan dan Penghilangan Paksa Aktivis 1997-1998

Peristiwa kelam itu akan terus menjadi kenangan buruk bagi bangsa ini dimana para anak bangsa yang berusaha menegakkan keadilan dibungkam dengan cara yang keji. Tak sedikit diantara korbannya menghilang tanpa jejak hingga saat ini.

Tercatat ada sembilan orang korban yang berhasil kembali dari penculikan dimana kesembilan orang tersebut hilang di tahun yang sama yakni di tahun 1998, berikut daftarnya:

Disaat sembilan korban itu kembali ternyata ada 13 korban lainnya yang hingga kini menghilang tanpa jejak. Mereka hilang hanya dalam kurun waktu dua tahun berturut-turut yakni dari tahun 1997-1998. Berikut nama-nama korban hilang yang hingga kini belum kembali.

Selain meninggalkan sejarah buruk bagi negeri ini, tentu peristiwa ini memberikan luka dalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Seperti salah satu orangtua korban hilang yang selalu meminta kepastian perihal nasib anaknya yang hingga kini tak tahu dimana.

"Tolong berikan kepastian pada kami... jika anak-anak kami masih hidup, dimana mereka? jika sudah meninggal, dimana kuburannya?" ungkap Nurhasanah orang tua Yadin Muhidin.

Pelaku Penculikan dan Penghilangan Paksa Aktivis 1997-1998

TIM MAWAR

Tim Mawar merupakan sebuah tim yang dibentuk dibawah grup IV Kopassus berdasarkan perintah langsung dan tertulis dari Danjen Kopassus Mayjen TNI Prabowo Subianto. Perintah itu diberikan kepada komandan Grup 42, Kolonel Chairawan yang selanjutnya dilanjutkan ke komandan Batalyon 42, Mayor Bambang Kristiono. Kebijakan dan praktik penghilangan paksa dilanjutkan pada kepemimpinan Mayjen TNI Muchdi Pr dimana penculikan tetap berlangsung (sumber: Laporan Tim Ad Hoc KPP HAM yang berat PPOSP 1997-1998 hal.301).

Berdasarkan wakti dibentuknya Tim Mawar, yakni Juli 1997, maka korban-korban lain yang ditahan sebelum bulan tersebut, dimungkinkan adanya tim lain atau personel yang ditunjuk secara institusinal oleh Kopassus. Terjadinya penahanan baik sebelum dibentuknya Tim Mawar dan dalam dua kepemimpinan dari Mayjen TNI Prabowo kepada Mayjen TNI Muchdi Pr. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan penghilangan orang secara paksa atau penculikan merupakan tindakan yang dilakukan berdasarkan sebuah kebijakan secara institusional di bawah tanggungjawab Danjen Kopassus. (sumber Laporan Tim Ad Hoc KPP HAM yang berat PPOSP 1997-1998 hal.302).




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA