Saturday, 23 Feb 2019
Temukan Kami di :
Internasional

Pemerintah Korea Utara Akan Menghukum Mati Warganya jika Menonton Acara TV Milik Korsel

Diketahui juga jika peringatan tersebut dikhususkan untuk warga Korut yang tinggal di wilayah perbatasan dengan Korsel. Salah satu sumber juga menyebutkan jika pihak kepolisian di sana telah menhimbau warga Korut agar tidak mengosumsi tanyangan tv Korsel yang dianggap sebagai bahan video kapitalisme.

Sari Intan Putri - 28/01/2019 18:59

Beritacenter.COM - Pemerintah Korea Utara memperingatkan seluruh rakyatnya agar tidak menyaksikan acara televisi Korea Selatan (Korsel). Mereka yang kedapatan menonton acara tv Korsel, akan dieksekusi mati oleh regu penembak.

Diketahui juga jika peringatan tersebut dikhususkan untuk warga Korut yang tinggal di wilayah perbatasan dengan Korsel. Salah satu sumber juga menyebutkan jika pihak kepolisian di sana telah menhimbau warga Korut agar tidak mengosumsi tanyangan tv Korsel yang dianggap sebagai bahan video kapitalisme.

"Mereka (kepolisian Korut) mengatakan kepada kami bahwa mereka sadar bahwa semakin banyak orang dapat memanipulasi frekuensi (dari televisi) untuk menonton program televisi Korsel," kata sumber tersebut.

Menurut dia, pengawasan difokuskan terhadap warga yang tinggal di Hwanghe Selatan. Daerah tersebut diketahui berada di dekat perbatasan Korsel. Mereka yakin bahwa orang-orang yang tinggal di daerah perbatasan lebih cenderung berubah menjadi kekuatan oposisi yang mengancam sistem.

Pemerintah Korut diketahui mengontrol penuh arus informasi dan hiburan untuk warganya. Masyarakat dapat mengakses intranet yang kontennya sangat disensor pemerintah. Hal itu membuat ketersediaan berita asing sangat terbatas di negara tersebut

Masyarakat yang hendak mengirim surel atau melakukan panggilan telepon kepada warga asing pun harus terlebih dulu mendaftarkannya ke otoritas lokal. Sejumlah aktivis di Korsel mengetahui kondisi tersebut dari warga Korut yang melarikan diri atau menjadi pembelot.

Para aktivis di Korsel telah cukup lama melakukan kampanye untuk membanjiri Korut dengan flashdrives berisi buletin berita dan film dokumenter yang dikirim dengan bantuan balon udara dari perbatasan. Informasi alternatif itu diharapkan dapat mempengaruhi publik Korut dan menumbuhkan perbedaan pendapat.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA