Monday, 18 Nov 2019
Temukan Kami di :
Politik

PSI: Ahok Tetap BTP Dimana Pun Berada, Indonesia Butuh Orang Seperti Ahok

Jadi, baik menjadi politisi ataupun profesional/businessman merupakan pilihan yang baik bagi Pak Ahok. Saya yakin Pak Ahok tetap melaksanakan BTP, bersih, transparan, dan profesional, di mana pun atau profesi apa pun yang akan dijalankan

Aisyah Isyana - 24/01/2019 14:27

Beritaenter.COM - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) turut senang atas bebasnya mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok. PSI juga menyambut baik andai Ahok ingin kembali berkiprah di dunia politik Indonesia.

"Mungkin di pertengahan tahun 2019, setelah pemilu, Pak Ahok dapat kembali berkiprah di politik nasional kita. Indonesia masih membutuhkan orang seperti Ahok," kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni kepada wartawan, Kamis (24/1/2019).

Baca juga :

Kendati begitu, Toni mengaku akan mendukung apa pun pilihan Ahok kedepan, baik menjadi pengsuha ataupun kembali menjadi politisi. Yang terpenting, jelas Toni, Ahok harus tetap 'BTP', yakni bersih, transparan, dan profesional.

"Ataupun kalau Pak Ahok memutuskan menjadi businessman atau pengusaha, itu juga pilihan yang baik. Jadi, baik menjadi politisi ataupun profesional/businessman merupakan pilihan yang baik bagi Pak Ahok. Saya yakin Pak Ahok tetap melaksanakan BTP, bersih, transparan, dan profesional, di mana pun atau profesi apa pun yang akan dijalankan," ujarnya.

Meski mengaku mendukung Ahok kembali ke politik, Toni menyarankan agar Ahok tidak terlalu terburu-buru masuk ke hiruk pikuk dunia politik. Menurutnya, sebaiknya Ahok dapat menikmati waktu berkumpul bersama keluarga paska bebas dari penjara.

"Setelah keluar dari penjara, saya berharap Pak Ahok menghabiskan waktunya dulu bersama keluarga, menikmati kebebasan, bebas juga dari hiruk-pikuk politik. Benar-benar fokus menyelesaikan hubungan pribadi, menjalin hubungan akrab dengan keluarga yang selama ini terputus karena di jeruji penjara," sebut Toni.

Seperti diketahui, Ahok bebas murni dari penjara usai menjalani masa hukuman atas kasus penodaan agama. Ahok menjalani hukuman di Rutan Mako Brimo, Depok, selama 1 tahun 8 bulan setelah divonis 2 tahun dan dipotong remisi.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA