Monday, 14 Oct 2019
Temukan Kami di :
Opini

Cengkraman Orba Jilid 3 di Depan Mata

Anas Baidowi - 24/01/2019 10:48

Jujur saya rasakan bahwa seolah negara ini baru merdeka, rasa itu ada karena saya bukan dari bagian kemapaman yang pernah ada. Kalaupun sekarang saya hidup diatas rata2, hal itu ada karena saya tidak pernah lelah berusaha. 42 tahun kita dicengkram pemerintah model lintah, peraktis presiden ke 2 dan ke 6 yang membuat kita nyaris lumpuh sekujur tubuh.

Presiden ke 3,4 dan 5 praktis tidak bisa berbuat banyak. Selain baru lepas dari gejolak , sekaligus msh bereforia dan mencari bentuk pasca reformasi.

Zaman orba 32 tahun kita disamun, era santrinya orba, 10 tahun kita cuma disuruh ngelamun, dianya tetap jd penyamun. Lepas dari cengkeraman ekonomi yang dimonopoli oleh para kroni, oligopoli, dan persaingan keji, sisanyapun hampir tak dibagi. Tabiat kita dibentuk dgn mental subisaidi, kita lupa yang besar mereka curi, kita kebagian ujung ekor ikan teri. Harta mereka ditumpuk 7 keturunan, anak kita cuma bisa keluyuran dipinggir jalan, tak bisa sekolah dan sakit2an. Hal itu pernah saya rasakan sampai era tahun 70an, SMA saya tak selesai, diusir dari kelas karena 3 bulan SPP tak lunas.

Jokowi membawa harapan, sayang dia harus menyusun ulang negara yang hampir hilang, kita dihadang orang yang pernah dididik pada kurikulum orba. 10 tahun dipimpinnya kita masuk orba jilid 2, untung Tuhan tidak membiarkan dia lama berkuasa walau sempat menumpuk harta dan kaya raya, sampai rumahnya diberi sebutan Puri segala, dengan UU dia harus turun tahta, andai tidak dia mungkin mau berkuasa selama nafasnya ada.

Jokowi hadir atas izin dan hadiah dari Tuhan, 4 tahun dia mulai memberesi negeri ditengah gencarnya caci maki dan penghadangan keji. Jokowi mau dihabisi, bukan mereka tak mengerti. Mereka sengaja menutup hati walau sadar didepan matanya terhampar hasil kerja Jokowi, karena niatnya mengambil kembali lahan luas yang bisa dibagi-bagi dgn cara mencuri yang tak henti.

Gebrakan dan tindakan tanpa urat takut Jokowi, membuat mereka makin tak bernyali, bukan saja koloni para pencuri, tetangga di kanan kiri negeripun ikut ngeri. Petral dibuat bubar, BUMN dijadikan mesin pembangunan, Freeport dikecilkan sahamnya, pintu-pintu gerbang perbatasan dibuat menjadi kebanggaan, puluhan bendungan dibangun utk ketahanan pangan, ribuan km jalan utk kelancaran distribusi barang dan kebutuhan, kesehatan diperhatikan, diawal priode kedua nanti sudah dicanangkan SDM akan dinaikkan kualitasnya demi masa depan. Sebuah harapan dihamparkan, sebuah cahaya kemajuan sudah kelihatan. Indonesia bermasa depan, lepas dari kegelapan dan cengkeraman kaum bertabiat setan.

Tiga bulan kedepan mata hati kita jgn kelilipan, Jokowi harus dilanjutkan dgn tanpa alasan. Kalau ada teman-teman yang masih kesurupan biarkan saja sementara demikian. Nanti kalau sudah selesai hitungan baru kita kasi minum air kemenyan agar mereka siuman dan merasakan Indonesia masih ada. Menikmati hasil pembangunan yang pernah mereka cerca. Kita jg berterima kasih kepada mereka kaum bermuka kuda, karena tanpa mereka mungkin kita terlena dan kurang waspada.

Kaum sengkuni yang sudah lama terus mengada-ada telah lama juga dimaklumi Jokowi, manusia rendah hati dan tinggi budi ini telah teruji makan asam garam ditengah caci maki. Kita harus belajar dgn tulus, dan bersayaukur, bahwa kita pernah bersama pemimpin yang sepanjang usianya patut ditauladani. Mari kita jaga negeri indah ini bersama-sama, dan bersamanya, kalau kita tidak ingin kembali menerima cara seperti zaman orba, dan kita masuk cengkeraman yang lebih mencekam. Orba jilid 3.

Semoga Tuhan menjauhkan ini semua, kita tidak ingin bencana yang ke 3 kali.#MARIJOKOWILAGI

Sumber: FB Iyyas Subiakto




Berita Lainnya

Istri Nyinyir Suami Nyonyor

14/10/2019 11:52 - Indah Pratiwi Budi

Mengapa Istri Prajurit Harus Jaga Ibu Jari?

12/10/2019 11:10 - Indah Pratiwi Budi

Mengapa Wiranto Jadi Target Teroris?

12/10/2019 07:10 - Indah Pratiwi Budi

"Drama Queen Hanum Rais"

11/10/2019 22:30 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA