Friday, 26 Apr 2019
Temukan Kami di :
Teknologi

India Siapkan Aturan Untuk Perangi Kabar Hoaks

Anas Baidowi - 22/01/2019 12:14

Beritacenter.COM - Negara India akan membuat aturan baru untuk memberantas penyebaran berita palsu atau hoaks di media sosial. Aturan tersebut, akan bertindak sebagai palu godam untuk kebebasan berbicara online.

Yayasan Internet Freedom menulis, aturan baru yang diusulkan akan mengubah Bagian 79 dari IT Act India, hukm utamanya menganai perdagangan online dan kejahatan dunia maya. IT Act bekerja dengan cara yang sama dengan Communications Decency Act AS, dan bagian spesifik yang akan diubah berbunyi seperti Bagian 230. Jika amandeman disetujui, platform seperti Facebook dan Twitter akan diminta untuk menyensor konten yang oleh pemerintah dianggap tidak pantas.

Undang-undang yang diamandemen akan mengharuskan perusahaan-perusahaan ini untuk menghasilkan pesan pengguna jika pemerintah meminta informasi tersebut. Ini menyebabkan masalah hukum yang serius untuk layanan terenkripsi ujung ke ujung seperti WhatsApp. Platform juga perlu mengingatkan pengguna mereka tentang kebijakan privasi setiap bulan.

Baca Juga: Bibit Tanaman Bisa Tumbuh di Bulan

Jika aturan baru disetujui, platform harus memperkenalkan alat baru untuk secara otomatis menandai konten yang oleh pemerintah India dianggap ilegal. Pelecehan anak dan penggambaran pemerkosaan tampak seperti aturan akal sehat, tetapi menurut BuzzFeed News, beberapa pendukung khawatir bahwa persyaratan baru ini dapat menghambat kebebasan berbicara dan membantu memungkinkan pengawasan massal.

Penambahan klausa dekripsi, seperti yang termasuk dalam amandemen pemerintah India, telah membuat para pendukung khawatir peraturan itu dapat digunakan untuk mengintip komunikasi warga. Menurut Bloomberg, klausa keterlacakan akan memecah enkripsi ujung ke ujung dan membutuhkan platform untuk menyimpan informasi selama 180 hari jika ada penyelidikan yang diusulkan.

Baca Juga : Canggih.. Robot Seks Bakal Dipasangkan Kulit Sensitif Mirip Manusia

CEO Facebook Mark Zuckerberg telah lama mengatakan bahwa timnya membangun sistem kecerdasan buatan yang lebih baik dengan harapan secara otomatis menandai konten yang melanggar aturan platform sebelum pernah diposting.

Namun, konten yang melanggar aturan ini masuk ke umpan berita pengguna setiap hari. Bulan lalu, Tumblr mengimplementasikan alat AI sendiri untuk menghapus pornografi, tetapi gagal menandai beberapa item dengan tepat. Karya seni non-erotis telah ditandai dan beberapa film porno masih masuk ke situs tersebut.




Berita Lainnya

Hoaks Server KPU Diretas

22/04/2019 03:20 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA