Wednesday, 24 Jul 2019
Temukan Kami di :
News

Alumni UIN Beri Dukungan Tolak Hoaks dan Dinasti Cendana

Dewi Sari - 22/01/2019 06:49

Beritacenter.COM - Serikat alumni UIN se - Indonesia siap memberikan dukungan untuk memberantas berita hoax, menolak politisasi agama dan menolak Dinasti Cendana.

Hal itu disampaikan dalam deklarasi Alumni UIN Bersati yang disampaikan oleh Kordinator Alumni UIN Bersatu Syukri Rahmatullah di hadapan sekira 300-an orang alumni dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

“Deklarasi ini bukan akhir, tapi awal perjuangan kami. Setelah ini, kami akan menggalang UIN se-Indonesia yang memiliki sikap yang sama,” tegasnya, di Fifo Resto, Gintung, Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu 19 Januari 2019.

Dalam pertemuanya itu, Alumni UIN bertekat kepada empat hal tersebut : 1. Tidak akan memproduksi, membuat, dan menyebarkan informasi hoax kepada masyarakat. 2. Siap melawan setiap informasi hoax yang beredar di masyarakat. 3 Menolak setiap upaya politisasi agama, dan 4. Akan melawan setiap upaya, kebangkitan orde baru melalui Dinasti Cendana.

Syukri menyebut bahwa hoax tidak hanya menimpa masyarakat, tapi juga pemimpin negeri ini seperti Jokowi dan juga Ketua MUI (non aktif) KH Maruf. Keduanya, sering kali diserang dan korban hoax dari pihak-pihak memiliki nafsu berkuasa dan tidak bertanggung jawab.

Dalam Stand Up Politik hadir sejumlah tokoh muda nasional dari UIN Syahid Jakarta, di antaranya Ray Rangkuti (aktivis 1998), Neng Dara Afifah (mantan komisioner Komnas Perempuan), Rumadi Ahmad (Ketua Lakpesdam), dan Rahmad Jaelani Kiki (aktivis 1998 dan penulis buku Genealogi Intelektual ulama Betawi).

Pengamat politik Ray Rangkuti menceritakan peran UIN pada tahun 1998 di Jakarta, menjadi kampus pertama yang berhasil menduduki Gedung DPR pertama kali hingga lengsernya Soeharto pada 21 Mei 1998.

“Ketika masuk gedung DPR, kami membacakan shalawat Badar. Beberapa tahun kemudian, saat tengah bersama almarhum KH Hasyim Muzadi, beliau mengatakan bahwa Shalawat Badar itu adalah shalawat para kyai saat mengusir penjajah. Pantesan Pak Harto gemetar hingga mengundurkan diri, karena ada mahasiswa yang membacakan shalawat Badar, dan itu adalah mahasiswa UIN,” urainya, yang disambut gemuruh tepuk tangan ratusan alumni.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA