Wednesday, 27 May 2020
Temukan Kami di :
News

Posting Hate Speech Sebut 'Pendukung Jokowi Munafik', Pemuda di Mataram Diciduk

Aisyah Isyana - 21/01/2019 15:27

Beritacenter.COM - Dinilai telah meresahkan masyarakat lantaran memposting hate speech dengan menyebut pendukung Jokowi munafik di akun Facebooknya, seorang pemuda berinisial IS (20) di Mataram, NTB, diamankan polisi.

Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam membenarkan adanya pengamanan terhadap IS oleh tim Resmob. Saiful mengatakan, perbuatan IS dikhawatirkan dapat menimbulkan rasa benci, permusuhan dan ketersinggungan, sebagaimana dilansir Antara, Senin (21/1/2019).

Baca juga :

Ujaran kebencian itu diunggah IS melalui akun Facebook dengan nama Imran Kumis, pada Jum'at (18/1), atau lebih tepatnya sehari setelah penayangan debat perdana capres cawapres 2019.

Postingan yang diunggah pelaku mendapat banyak tanggapan negatif warganet di kolom komentar akun Facebooknya. Salah seorang temannya di media sosial bahkan menegur IS lantaran unggahannya disebut tidak pantas dipublokasikan.

Unggahan tersangka pun mendapat sejumlah tanggapan negatif di kolom komentar. Bahkan, salah seorang kawan media sosialnya yang menegur unggahan tersebut tidak pantas untuk dipublikasikan. Hal ini mendapat tanggapan buruk dari tersangka.

Tak terima mendapat teguran itu, IS pun langsung memberikan tanggapan buruk terhadap teguran teman di medsosnya. "Dia mengaku dengan alasan tidak terima orang dari agama tertentu dalam memilih capres tertentu," ujarnya.

Penangkapan terhadap IS dilakukan polisi di kediamannya, di Ampenan Tengah, Mataram, pada Sabtu (19/1). Polisi juga turut mengamankan barang bukti seperti telepon seluler yang digunakan tersangka dan sebilah pedang.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, IS dijerat dengan sangkaan Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45A Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE. Dalam aturan tersebut, tersangka terancam pidana paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA