Tuesday, 12 Nov 2019
Temukan Kami di :
Politik

Debat Isu Terorisme, Prabowo Dinilai Tak Paham, Ma'ruf Amin Sangat Paham

Fani Fadillah - 18/01/2019 07:55 Jokowi dan Ma'ruf Amin

Beritacenter.COM - Ketidakpahaman mengenai akar permasalahan munculnya terorisme ditunjukkan oleh Prabowo saat debat Pilpres 2019. Namun sebaliknya, jawaban Ma'ruf Amin justru lebih tepat dan terlihat sangat memahaminya.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Kyai Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily mengatakan, walaupun berpengalaman dalam bidang terorisme, akan tetapi Prabowo salah besar kalau mengatakan teroris dikirim dari negara lain, serta, menyederhanakan masalah terorisme sebagai persoalan ekonomi.

Baca juga:

Berbeda dengan Prabowo, sikap Jokowi-Kyai Ma’ruf tegas. Di mana , Ma’ruf mengatakan dalam debat, terorisme adalah kejahatan karenanya harus diberantas ke akar-akarnya. MUI memfatwakan bahwa terorisme bukan jihad.

Menurutnya, terorisme adalah perbuatan kerusakan.Terorisme harus dicegah melalui contra-terorisme dan pendekatan deradikalisasi tanpa harus melanggar HAM melalui kerjasama juga dengan ormas.

“Bahkan KH Ma’ruf Amin bicara konkret dan paham teori terorisme. KH Ma’ruf Amin menyebutkan Deradikalisasi terhadap mereka yang sudah terpapar terorisme ada dua pendekatannya,” ujar Ace, Jakarta, Jumat (18/1/2018).

Ace mengatakan, dua pendekatan tersebut yakni, kalau disebabkan faktor ekonomi, maka pendekatannya adalah pemberian lapangan kerja agar para teroris mendapatkan pekerjaan dan nafkah yg layak. Kedua, jika penyebabnya adalah paham agama yang menyimpang, maka negara wajib membawanya ke jalan yang lurus.

“Ini menunjukkan bahwa KH Ma’ruf Amin menguasai masalah dan juga tangkas menjawab isu hukum dan terorisme. Banyak pihak yang meng-under estimate KH Ma’ruf Amin dalam debat tapi semalam justru dengan ketenangan dan jawabannya yg sistimatis KH Ma’ruf Amin jadi bintang,” ujarnya.

Menurut Ace, Ma’ruf Amin dengan sengaja memberikan ruang yang lebih luas kepada Jokowi untuk menjawab karena Presiden adalah single chief of executive. Di mana pemerintah merupakan, pemegang kendali pemerintahan tertinggi menurut konstitusi.

“Jadi Pak Jokowi yang perlu lebih banyak menyampaikan visi misi dan juga pandangannya terkait tema debat,” ujarnya.




Berita Lainnya

GM FKPPI Desak Bamsoet Tak Mundur

09/11/2019 11:51 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA