Wednesday, 19 Jun 2019
Temukan Kami di :
Politik

Tuan Guru Bajang Sebut Penuduh Jokowi Kriminalisasi Ulama Seperti Ashabul Kahfi Baru Bangun

Indah Pratiwi - 16/01/2019 13:05

Beritacenter.COM - Mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur(NTB) TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang(TGB) mengaku heran sebelum Joko Widodo(Jokowi) menjadi Presiden, Habib Rizieq Shihab sempat pernah dipenjara. Namun, ketika Jokowi menjadi Presiden, dihembuskan isu kriminalisasi ulama terhadap Habib Rizieq Shihab(HRS).

"Di masa sebelum Pak Jokowi, Habib Rizieq tidak hanya ditersangkakan. Bahkan beliau diterdakwakan, diadili, dipenjara. Dan menghabiskan waktu hukuman di penjara sampai beliau bebas. Kenapa pada waktu itu tidak ada yang mengatakan dikriminalisasi ulama," kata TGB dalam video yang diunggah di YouTube lewat akun TV Media Online seperti dilihat, Rabu (16/1/2019).

Sebelumnya, kata TGB, Rizieq Shihab pernah jadi tersangka. Namun, Polri telah menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan(SP3).

"Ada proses hukum lalu SP3. SP3 itu artinya tidak masuk pengadilan apalagi masuk penjara. SP3 itu setop prosesnya," tuturnya.

Namun, pada masa sebelumnya, Rizieq Shihab pernah dipenjara. TGB kembali bertanya terkait objektivitas pihak yang menghembuskan isu kriminalisasi ulama. Dia bertanya, apakah pihak-pihak tersebut seolah baru bangun dari tidur panjang seperti kisah Ashabul Kahfi.

Kisah Ashabul Kahfi sendiri di dalam Al Qur'an menceritakan 7 pemuda yang tertidur ratusan tahun di dalam gua untuk bersembunyi demi mempertahankan keimanan dari kejaran pasukan kerajaan.

"Apakah masih tidur seperti ashabul kahfi dan baru sekarang bangun? Ini pertanyaan sederhana. Kemana Anda dulu sewaktu beliau dipenjara? Kenapa Anda tidak mengatakan pemerintahan sebelum Pak Jokowi kriminalisasi ulama? Tidak ada yang bilang begitu. Padahal yang dialami dan diderita Habib Rizieq Syihab itu lebih berat dari sekarang," sambung alumni Universitas Al-Azhar Mesir ini.

TGB melanjutkan, orang-orang yang menghembuskan kriminalisasi ulama merupakan orang yang tidak suka kepada Jokowi dan ada kepentingan politik lain. TGB juga meluruskan pihak yang suka menghembuskan di masa Jokowi umat Islam serba ditekan dan dipersulit.

"Suara-suara yang menggunakan nama beliau untuk alasan terjadi kriminalisasi ulama, suara-suara itu semata ialah suara yang tidak suka kepada presiden. Karena tidak suka saja. Kalau memang betul ukurannya adalah apa yang menimpa beliau, justru beberapa tahun lalu lebih berat. Tapi dulu tak ada Pak Jokowi masalahnya dan tak ada kepentingan politik," tutur dia.

TGB mengajak agar publik melihat kenyataan dan mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang disebarkan lewat media sosial.

"Tidak ada hal yang menunjukkan dengan nyata bahwa ada kriminalisasi. Atau ada upaya untuk meminggirkan umat Islam. Ini saya sampaikan, Bapak-bapak, untuk mengajak kita semua berpikir. Apa yang kita baca di media sosial, itu sebagian besar adalah hoax, bohong. Apalagi yang ajaib-ajaib. Ada katanya surat suara sudah tercoblos, eh ternyata bohong. Satu persatu ketahuan bohong, bohong, bohong, bohong, bohong. Innalillahi wainna ilaihi rajiun," imbuhnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA