Tuesday, 22 Oct 2019
Temukan Kami di :
Politik

Pidato Kebangsaan "Jenderal Kardus" Penuh Dengan Hoaks, Ini Buktinya....

Indah Pratiwi Budi - 15/01/2019 13:24

Beritacenter.COM - Pidato kebangsaan Prabowo Subianto dinilai banyak kalangan tidak memiliki visi-misi yang jelas dan hanya mengungkapkan berita hoaks saja. Banyak pidato yang disampaikan oleh Prabowo tidak sesuai dengan data sebenarnya.

Pidato Kebangsaan Prabowo tersebut langsung mendapatkan tanggapan dari Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, Irma Suryani Chaniago.

Menurutnya ada enam poin pidato visi-misi Prabowo Subianto tak sesuai kenyataan di lapangan :

Pertama, Prabowo menyebut TNI lemah. Padahal faktanya, sejumlah lembaga pemeringkat menempatkan kekuatan militer TNI nomor 15 di dunia, dan nomor empat di Asia.

Kedua, soal cadangan beras nasional yang disebut Prabowo hanya bertahan untuk tiga minggu. “Faktanya, cadangan beras Bulog 1,3 juta ton, aman untuk enam bulan,” kata Irma Suryani, di Jakarta, Selasa (15/1).

Ketiga, Prabowo menyebut kenaikkan harga barang kebutuhan tidak terkendali. Namun seperti disampaikan oleh ekonom Faisal Basri di dalam sebuah acara, harga justru bisa dikendalikan pemerintahan Jokowi, meski kurs rupiah terhadap dolar AS terpuruk.

Keempat, Prabowo berjanji akan mengambil tambang emas jika jadi pemimpin. “Kenyataannya, hanya Jokowi yang mampu mengambil Freeport yang diserahkan mertua Prabowo,” kata Irma.

Kelima, Prabowo berjanji meningkatkan taraf hidup atlet. Sementara kenyataannya, Jokowi adalah presiden yang mem-PNS-kan para atlet.

Keenam, Prabowo siap terima kritik. Faktanya, yang bersangkutan marah-marah saat media tidak menulis apa yang beliau kehendaki dengan memboikot media.

“Tampak sekali miskin gagasan. Tapi wajar juga karena selain tidak punya pengalaman, juga semua program yang disampaikan rata-rata sudah dilakukan Jokowi. Tidak ada yang baru,” kata Irma.

Video Pidato Kebangsaan Prabowo Tak Sesuai Dengan Kenyataan :




Berita Lainnya

Gibran Akan Maju Pilwakot Solo 2020 Melalui PDIP

21/10/2019 08:30 - Sari Intan Putri
Kemukakan Pendapat


BOLA