Monday, 24 Jun 2019
Temukan Kami di :
Investasi

Cabut Peraturan Yang Menghambat, Sektor Investasi di Pemerintahan Jokowi Terus Meroket

Indah Pratiwi - 14/01/2019 15:03

Beritacenter.COM - Dalam rapat kerja nasional (Rakernas) tahun 2019 Menteri Pertanian Amran Sulaiman memaparkan sejumlah kinerja Kementan hingga tahun 2018.

Pada bidang pertanian di sisi makroekonomi sangat tinggi, antara lain investasi yang mencapai Rp61,6 triliun. Hal itu berdasarkan data yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Koodinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukan investasi pertanian terus bertambah.

"Pada 2018 nilai investasi di sektor pertanian mencapai Rp61,6 triliun, angka ini mengalami peningkatan dari 2017 yang Rp45,9 triliun," ujar Mentan di Jakarta, Senin (14/1/2019).

Apabila melihat tahun 2013, investasi berada dari posisi Rp29,3 triliun di 2013 dan pada periode 2014-2017 bergerak naik di kisaran Rp40 triliun.

Pencabutan aturan yang menghambat investasi hingga mencapai ratusan telah dicabut sehingga investasi mudah dilakukan di Indonesia. "Ada 291 Permentan yang dicabut," ujar Amran.

Selain itu, adanya penurunan inflasi bahan makanan terjadi pada 2014 tercatat 10,57% dan sempat naik di 2016 jadi 5,69% dan turun tajam di 2017 yang sebesar 1,26%. Adapun pada 2018, BPS mencatat inflasi bahan makanan di posisi 3,41%.

"Tapi kalau melihat inflasi dari 2014 hingga ke 2017 jadi 1,26%, itu menunjukkan bahwa produksi pangan kita meningkat. Untuk turun 0,5% saja begitu sulit, ini turun sekitar 8%," paparnya.

Amran melanjutkan, masih banyak potensi yang bisa dikembangkan di bidang pertanian. Di antaranya adalah budidaya ayam. Kementan, kata dia, akan membagikan 200 ekor di setiap perkampungan.

Bukan itu saja, pemerintah akan menciptakan 10 juta hektare (ha) lahan rawa di seluruh Indonesia yang dapat dikonversi menjadi lahan pertanian. Amran mengatakan, tahun ini ditargetkan 500.000 ha lahan rawa sudah berubah menjadi lahan pertanian.

"Itu kita cetak jadi lahan padi, bebek, ikan, ayam dan intinya (meningkatkan sumber) protein dan karbohidrat. Jadi petani juga enam kali lipat pendapatannya," tandasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA