Sunday, 21 Jul 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Visi Misi Prabowo Yang Baru Ditolak KPU, Ini Alasannya

Lukman Salasi - 12/01/2019 19:15

BeritaCenter.com – Visi misi pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi yang baru ditolak Komisi Pemilihan Umum (KPU). Alasannya, visi misi yang sudah diserahkan saat pendaftaran tidak dimungkinkan dirubah lagi.

"KPU hanya menerima seluruh dokumen pendaftaran pada masa pendaftaran. Nah, dokumen pendaftaran itu salah satunya adalah dokumen visi-misi," kata Ketua KPU Arief Budiman kepada wartawan di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (11/1/2019).

Sebelumnya, Komisioner KPU Wahyu Setiawan juga menjelaskan alasan visi-misi Prabowo-Sandi yang telah disetor saat pendaftaran tak bisa dirubah lagi.

"Prinsipnya, visi-misi, program, itu kan bagian dari persyaratan proses pendaftaran pasangan capres dan cawapres. Karena itu bagian dari proses pendaftaran, tahapannya kan sudah berlalu, sehingga perbaikan dokumen visi-misi, program, tidak memungkinkan lagi. Itu prinsipnya begitu,” kata Wahyu, Kamis (10/1), malam.

Namun, KPU mempersilahkan saat kampanye boleh-boleh saja jika yang disampaikan berbeda dengan yang dipublikasikan di situs resmi KPU.

“Tetapi tentu saja, dalam berkampanye, ya, tentu saja KPU tidak bisa membatasi pasangan capres dan cawapres dalam berkampanye untuk menyampaikan pandangan-pandangan, gagasan-gagasan, demi kemajuan bangsa Indonesia lima tahun mendatang. Itu kan dua hal yang berbeda. Yang kita atur adalah dokumennya. Dokumennya kan sudah melewati tahapan, begitu," tambahnya.

Sebelumnya KPU menerima surat terkait perubahan visi-misi Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada 9 Januari 2019. KPU selanjutnya akan membalas surat resmi itu kepada Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

"Jadi memang betul ada surat dari Badan Pemenangan Nasional kepada KPU terkait dengan perubahan visi-misi dan program. Tentu saja setiap surat yang masuk, harus kami terima suratnya. Nanti, karena itu surat resmi, tentu saja KPU akan menjawab secara resmi kepada Badan Pemenangan Nasional, tim kampanye 02," kata Wahyu Setiawan.




Berita Lainnya

Calon Suami-Istri Bakal Diwajibkan Tes Urine

19/07/2019 14:01 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA