Wednesday, 27 Mar 2019
Temukan Kami di :
Politik

Sandiaga Uno Klaim Kunjungi 1.000 Titik, Hanura: Sim Salabim?

Indah Pratiwi Budi - 12/01/2019 14:23

Beritacenter.COM - Ketua Fraksi Hanura, Inas N Zubir mempertanyakan keabsahan kunjungan 1.000 titik oleh Sandiaga Salahuddin Uno dalam mengkampanyekan diri di Pilpres 2019 ini.

Menurutnya, sangat tidak masuk akal jika dihitung secara matematik Cawapres Prabowo Subianto itu telah merampungkan kunjungan alias blusukannya sebanyak itu.

"Persoalannya, apakah Sandiaga sosialisasinya dari satu titik ke titik lain pakai 'sim salabim' lalu sampe ke titik berikutnya, atau 'terbang' seperti burung, atau melata pake mobil sambil dadah-dadah di jalan yang dilewati seolah-olah ada yang menyambut?. Nggak mungkin sim salabim kan? Jadi, dari satu titik ke titik lain butuh waktu juga, kita anggap saja 2 jam deh," kata Inas dalam keterangan persnya yang diterima wartawan, Sabtu (12/1/2019).

Kemudian Inas juga menyebutkan, jika ditempat suatu acara, Sandiaga membutuhkan kurang lebih 2 jam dan di perjalanan 2 jam, maka butuh waktu untuk setiap titik adalah 4 jam.

"Jika dalam satu hari hanya bisa dijangkau 5 titik saja, maka total waktu yang dibutuhkan adalah 20 jam dan sisa 4 jam dalam sehari untuk istirahat! Klop kan?," tuturnya.

Bahkan Inas juga coba menghitung potensi kunjungan 1.000 titik yang diklaim oleh Sandiaga Uno, maka seharusnya mantan Wagub DKI Jakarta itu butuh setidaknya 20 hari jika dilihat dari hitungan di atas.

"Untuk memenuhi 1.000 titik dibutuhkan waktu 1.000 dibagi 5 yakni 200 hari! Nah, mulai kebuka nih ngibulnya," pungkasnya.

Kemudian ia juga menilai sekuat-kuatnya Sandiaga Uno bersosialisasi kepada masyarakat, setidaknya hanya 20 hari saja yang mampu ditempuh untuk menghabiskan waktu berdialog dengan warga dalam rangka sosialisasi soal Pilpres 2019.

"Apakah Sandiaga akan bersosialisasi setiap hari. Atau 30 hari dalam sebulan. Paling top dalam sebulan hanya 20 hari bersosialisasi. Jadi membutuhkan waktu 10 bulan untuk mencapai 1.000 titik," ujarnya.

Dari hitungan yang diutarakan itu, Inas menilai Sandiaga Uno sudah manipulatif soal klaim 1.000 titik yang dikunjungi

"10 bulan yang lalu, adalah bulan April 2018, sedangkan pertama kali Sandiaga Uno dipilih jadi cawapres oleh Prabowo pada bulan Agustus 2018 dan ditetapkan sebagai capres/cawapres pada bulan September 2018," ungkapnya.

"Artinya 1.000 titik yang dirayakan oleh Sandiaga adalah 1.000 titik, hoax," tutupnya.

Perlu diketahui bahwa Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno mengklaim sudah melakukan kunjungan ke-1.000 titik sosialisasinya di seluruh Indonesia. Untuk merayakannya, Sandi dan tim mengadakan syukuran di Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi di Jalan HOS Cokroaminoto Menteng, Jakarta Pusat, Senin malam.

Dalam acara tersebut dihadiri Ketua Seknas Prabowo-Sandi M Taufik, ulama Nasional Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf.

Acara dimulai dengan doa bersama, Sholat Maghrib berjamaah dan pembacaan shalawat Nabi Muhammad SAW.

"Kunjungan yang telah dilakukan sejak Agustus sampai sekarang menangkap aspirasi masyarakat, membingkai, mozaik Indonesia," kata Sandiaga, Senin (7/1).

Sandi mengatakan bahwa misi yang dibawanya adalah harapan masyarakat untuk Indonesia yang lebih baik, harapan masyarakat untuk perubahan kesejahteraan ekonomi mereka.

"Terutama mengenai penghasilan, lapangan kerja dan biaya hidup yang selalu menjadi kekhawatiran mereka," kata mantan Wagub DKI.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA