Wednesday, 27 Mar 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Polri Bongkar Kasus Penyiraman Novel Baswedan Dengan Bentuk Tim Gabungan

Indah Pratiwi - 11/01/2019 19:20

Beritacenter.COM - Dalam membongkar kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) Novel Baswedan, Polri membentuk tim gabungan yang berjumlah 65 orang dari unsur Polri, KPK dan pakar.

Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal menyebutkan, Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian sebagai penanggung jawab dalam surat Tugas Nomor Sgas/3/I/Huk.6.6./2019 tertanggal 8 Januari 2019.

Selain itu, ada nama Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto dan Irwasum Komjen Putut Eko Bayuseno dan Kabareskrim Komjen Arief Sulistyanto. Mereka memberikan atensi dan juga melibatkan tujuh orang pakar.

Bukan itu saja, dalam tim tersebut juga ada mantan Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji, Peneliti LIPI Hermawan Sulistyo, Mantan Ketua Umum Ikatan Sarjana Hukum Indonesia Amzulian Rifai, Ketua Setara Institut e Hendardi, Komisioner Kompolnas Poengky Indarti, dan dua mantan Komisioner Komnas HAM Nur Kholis serta Ifdhal Kasim.

"Benar, Kapolri sudah mengeluarkan surat perintah tersebut atas tindak lanjut rekomendasi Komnas HAM terhadap ranah kepolisian dalam mengusut kasus penyiraman air keras," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019).

Sebelumnya, Komnas HAM telah menyelesaikan laporan terhadap kasus penyerangan Novel Baswedan. Salah satu hasilnya, Komnas HAM merekomendasikan agar Kapolri membentuk tim gabungan.

"Tim gabungan untuk mengungkap fakta, peristiwa dan pelaku penyiraman air keras kepada Novel yang terjadi pada 11 April 2017," ujar Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA