Thursday, 17 Jan 2019
Temukan Kami di :
News

Presiden Jokowi Mampu Integrasikan Pelayanan Publik Untuk Mempersempit Pungli

Indah Pratiwi - 11/01/2019 16:46

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo(Jokowi) akan terus meningkatkan pelayanan publik yang terintegrasi sehingga masyarakat terhindar dari pungutan liar atau pungli, Senin(11/1).

Dalam pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla(JK) mampu membangun pelayanan publik yang kini terintegrasi dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Langkah itu dilakukan dengan regulasi dan tindakan pencegahan yang kian efektif.

“Berpuluh-puluh tahun lamanya kita didera persoalan lambatnya pelayanan publik, yang berakibat pada munculnya persepsi bahwa mendapatkan layanan publik itu harus mengeluarkan biaya. Pungli memang belum bisa diberantas sampai angka nol. Tapi capaian di berbagai sektor menunjukkan kemajuan yang berarti. Pungli di sektor kesehatan misalnya, turun dari 14% di tahun 2016 menjadi 5% pada tahun 2018. Di sektor administrasi publik, turun dari 31% ke 17% pada periode yang sama. Di bidang pendidikan, turun dari 18% ke 8% dan di sektor kepolisian dari 60% menjadi 34%,” kata Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Yanuar Nugroho.

Di lain tempat, mantan Ketua KPK, Antasari Azhar menilai di pemerintahan Jokowi pencegahan korupsi sangat terasa. Terbukti, kata dia, KPK dan Polri sering melakukan Operasi Tangkap Tangan(OTT) Pungutan liar dan kasus korupsi lainnya.

“Pak Jokowi itu orang baik dan kita dapat merasakan dampaknya. Masalah pelayanan publik ternyata indeks persepsi korupsi kita baik bukan karena banyak operasi tangkap tangan atau OTT, namun sebenarnya lebih karena peningkatan pelayanan publik yang semakin baik dan bersih. Semoga ini terus menjadi atensi Pemerintah,” ujar mantan Ketua KPK itu.

“Masyarakat bisa melihat, pembangunan jalan sekian meter, biayanya sekian, dan di situ masyarakat ikut mengawasi. Nanti masyarakat bisa bertanya, mana jembatannya, mengapa belum terbangun, dan bisa bertanya di mana masalahnya,” kata Antasari.

 




Berita Lainnya

Ribuan PNS Yang Korupsi Bakal Disikat Habis

16/01/2019 14:01 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA