Wednesday, 27 Mar 2019
Temukan Kami di :
News

Indonesia Marak Hoax, Ini Penyebabnya

Anas Baidowi - 11/01/2019 13:07

Beritacenter.COM - Pakar komunikasi, Novita Damayanti menilai bahwa maraknya hoax di sosial media terjadi lantaran banyak netizen kurang bijak, yakni menyebarkan informasi tanpa melakukan pengecekan kebenaran terhadap informasi yang mereka dapat tersebut, apakah informasi valid atau bohong alias hoax.

"Sayangnya banyak orang yang tidak melakukan check and recheck. Makanya banyak juga yang asal share dulu sehingga masif tersebar lebih cepat bisa jutaan dalam hitungan menit. Inilah kekuatan teknologi informasi kita," kata Novita di bilangan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (10/1/2019).

Baca Juga: Alumni UI "Bangkit" Dukung Orang Baik Di Pilres 2019

Ia juga menyinggung masalah hoax yang awal 2019 ini menjadi viral di kalangan publik, yakni adanya 7 unit kontainer berisikan 70 juta lembar surat suara yang sudah tercoblos untuk pasangan capres-cawapres nomor urut 01 dan sudah masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dan hoax tersebut sempat membuat banyak netizen percaya.

Padalah jika ditelaah, Novita yang juga merupakan Wakil Dekan I Universitas Moestopo itu menjelaskan bahwa informasi tersebut bukan berasal dari sumber yang valid. Sehingga sempat coba dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan politik elektoralnya.

"Masalah 7 kontainer, PKI dan sebagainya itu isinya semua berkaitan dengan emosi. Apakah itu ada datanya, tidak. Apakah ada sumber jelas tentu banyakan anonim. Dan saya lihat ini pekerjaan orang-orang komunikasi karena mereka tahu siapa yang ditargetkan," tuturnya.

Baca Juga: Ternyata...! Pelaku Hoaks Berada Dalam Lingkaran Relawan Prabowo

Pasca ditangkapnya pembuat dan penyebar hoax 7 kontainer atas nama Bagus Bawana Putra yang merupakan eks wakil ketua Kornas Prabowo Presiden oleh tim Siber Bareskrim Mabes Polri, Novita pun mengingatkan agar masyarakat luas khususnya netizen agar tidak mencontohnya.

Baginya, bijak menggunakan sosial media sangat penting agar tidak merugikan orang lain maupun diri sendiri. Apalagi di tengah perkembangan teknologi informasi, kejahatan apapun yang berkaitan dengan ranah siber tetap akan terlacak oleh aparat penegak hukum.

"Hoax ini sumbernya siapa kadang kita sulit untuk melakukan trest. Bila kita ikut menyebar maka kita akan mendapatkan hukuman juga, bahkan sekalipun sudah kita hapus maka tapi tetap bisa ditrest," ujarnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA