Sunday, 24 Feb 2019
Temukan Kami di :
Politik

Sempat Cuitkan Hoax Surat Suara Tercoblos, Tim Jokowi Minta SBY Tegur Andi Arief

Kita meminta kepada Partai Demokrat, khususnya Pak SBY, untuk merespons masalah ini. Paling tidak menegur terhadap kadernya. Andi Arief itu memang sangat intens melakukan komunikasi di medsos dan memang sangat dekat dengan SBY

Aisyah Isyana - 09/01/2019 21:31

Beritacenter.COM - Merespon hebohnya kasus hoax tujuh kontainer surat suara tercoblos, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf meminta Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menegur kadernya, Andi Arief.

"Kita meminta kepada Partai Demokrat, khususnya Pak SBY, untuk merespons masalah ini. Paling tidak menegur terhadap kadernya. Andi Arief itu memang sangat intens melakukan komunikasi di medsos dan memang sangat dekat dengan SBY," kata Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi, Irfan Pulungan dalam jumpa pers di rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019).

Baca juga :

Menanggapi adanya permasalahan ini, TKN Jokowi sendiri telah melaporkan Andi Arief terkait dugaan penyebaran hoax tujuh kontainer surat suara tercoblos.

"Kami berharap ada semacam teguran yang dilakukan oleh Partai Demokrat atau SBY terhadap masalah ini. Saudara Andi Arief yang men-tweet masalah itu, kami menyesalkan dan menyayangkan dia tidak melakukan klarifikasi terhadap masalah itu," kata Irfan.

Irfan mengatakan, dalam hal ini pihaknya menduga ada kesengajaan atau maksud tertentu dari tweet yang diposting Andi Arief terkait hoax tersebut. Dia juga menyinggung soal isu adanya pihak yang ingin mendelegitimasi KPU.

"Ini patut diduga apakah ini ada kesengajaan yang dibiarkan, agar opini publik, publik bertanya-tanya terhadap masalah ini. Kita tidak menginginkan adanya delegitimasi pemilu terhadap masalah ini," tuturnya.

"Jangan ada pikiran dan keinginan dari kelompok tertentu untuk bagaimana menggagalkan pemilu ini. Kita harus mendorong bersama memerangi persoalan hoax dan berita bohong yang terjadi ini," sambung Irfan.

Untuk itu, Irfan meminta aga Andi Arief dapat kooperatif dalam menghadapi kasus yang berbuntut dari cwitannya di Twitter. Dia meminta agar Wasekjen Demokrat itu bersedia bila dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

"Jika Andi Arief menganggap tidak menyebarkan hoax, seharusnya jantan apabila dia dipanggil polisi untuk diminta keterangan. Saya meminta Andi Arief ini membantu proses penegakan hukum. Kami meminta pihak kepolisian agar memeriksa Andi Arief," sebutnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA