Thursday, 22 Aug 2019
Temukan Kami di :
News

Pengacara Vanessa Minta Polisi Ungkap dan Hukum Pemesan Jasa Prostitusi

Aisyah Isyana - 07/01/2019 22:30

Beritacenter.COM - Terkait kasus prostitusi online yang melibatkan artis FTV Vanessa Angel, pengacara Vanessa, Zakir Rasyidin, meminta agar polisi segera menuntaskan proses hukum kliennya. Zakir juga meminta polisi mengungkap semua yang terlibat, termasuk pemesan jasa prostitusi online tersebut.

"Kalau misalkan terkait klien kami diperiksa sebagai korban prostitusi online, kita mendorong proses ini berjalan sebaik-baiknya. Ungkap saja semua siapa orang-orang itu kalau terlibat di jaringan ini. Tapi sampai hari ini klien kami saksi korban dan sampai hari ini belum dapat informasi apa penetapan tersangka muncikari karena klien kami atau yang satunya," kata Zakir dalam jumpa pers di kawasan Jakarta Selatan, Senin (7/1/2019).

Baca juga :

Zakir menilai, dalam kasus prostitusi online ini, penanganan terhadap Vanessa dengan pihak pemesan jasanya sangat berbeda. Zakir mengatakan, nama Vanessa disebut jelas, sementara pihak pemesan hanya inisial saja.

"Klien kami tidak ditutupi namanya, langsung dibuka artisnya ini. Pengusaha inisial saja, tapi katanya hari ini sudah dibuka. Kita inginkan, kalau betul ada kejadian seperti ini, kita harapkan mereka korban dibina, tutup identitas, karena masa depan panjang. Justru pelaku dihukum misalkan yang mesan, yang fasilitasi, tapi kalau klien kami terlibat di situ. Tapi yang sejauh kita dengar dia sudah mengatakan dia tidak terlibat," papar Zakir.

Sebagaimana penuturan kliennya, jelas Zakir, Vanessa datang ke Surabaya atas undangan perempuan yang disebutnya bernama Sisca, Sabtu (5/1). Zakir menyebut Vanessa diundang ke Surabaya untuk mengisi acara sebagai master of ceremony (MC).

"Kalau klien kami dituduh (terlibat) prostitusi, itu tidak benar. Kedua, tidak ada uang Rp 80 juta tarif Vanessa, nggak benar itu. Kemudian DP masuk itu juga tidak benar," ujarnya.

Dalam jumpa pers, Zakir juga membeberkan barang bukti yang disita dari iPhone, SIM card Vanessa, pakaian dalam, dan seprai.

"(Barbuk) kondom tidak benar. Ini ada barang bukti (menunjukkan kertas), daftar yang diberikan Polda Jatim. Satu unit iPhone, ada satu SIM card nomor Vanessa, seprai warna putih, celana dalam warna ungu, apakah barang bukti yang diambil ini (pakaian dalam) betul-betul yang digunakan Vanessa? Kalau HP pasti, SIM card pasti," paparnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA