Tuesday, 29 Sep 2020
Temukan Kami di :
Politik

Soal Pencoretan BW, PDIP: Tak Elok Kalo Panelis atau Moderator Berpihak

Pak BW merupakan bagian kampanye Pak Sandi sebelumnya sehingga tidak elok kalau panelis atau moderator berpihak pada pasangan salah satu calon

Aisyah Isyana - 06/01/2019 12:36

Beritacenter.COM - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto angkat bicara terkait pencoretan nama Bambang Widjojanto (BW) sebagai panelis debat calon presiden-wakil presiden (capres-cawapres). Dia menilai, pencoretan BW merupakan hasil masukan dari publik.

Pencoretan nama BW sebagai panelis debat dinilai wajar dilakukan, terlebih lantaran BW disebut berkaitan dengan cawapres 02, Sandiaga Uno. Hasto mengatakan, tak bagus jika ada panelis ata moderator yang berpihak pada salah satu calon pasangan.

Baca juga :

"Pak BW merupakan bagian kampanye Pak Sandi sebelumnya sehingga tidak elok kalau panelis atau moderator berpihak pada pasangan salah satu calon,' ujar Hasto kepada wartawan di Jalan Garuda, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (6/1/2019).

BW merupakan bagian dari tim sukses Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, kala berlagai di Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Saat ini, Sandiaga sendiri menjadi cawapres pasangan Prabowo Subianto untuk Pilpres 2019. Hasto menyebut, hal itu memunculkan praduga di masyarakat sebagai keberpihakan yang kemudian diklaimnya ditampung PDIP.

"Sebenarnya muncul di masyarakat yang ingin jaga marwah KPU. Kami terima banyak surat termasuk dari sosmed (sosial media), disampaikan bagaimana marwah KPU yang independen harus diproses, didukung panelis yang tidak partisan," sebut Hasto.

"Karena itu seluruh proses debat, simulasi dari panelisnya, moderatornya, itu harus bebas dari kepentingan politik," imbuh Hasto.

Tak hanya BW, ada satu nama lagi yang dicoret sebagai panelis debat, yakni Adnan Topan Husono dari Indonesia Corruption Watch (ICW). Berikut daftar 6 panelis debat capres-cawapres terbaru yang telah ditetapkan KPU:

1. Agus Rahardjo (Ketua KPK);
2. Ahmad Taufan Damanik (Ketua Komnas HAM);
3. Bagir Manan (Mantan Ketua MA);
4. Hikmahanto Juwana (Guru Besar Hukum Internasional UI);
5. Bivitri Susanti (Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara); dan
6. Margarito Kamis (Ahli Hukum Tata Negara).




Berita Lainnya

MANTAP...! Gibran Blusukan Online

28/09/2020 08:35 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA