Friday, 04 Dec 2020
Temukan Kami di :
News

Dari Lima Kabupaten yang Terdampak Tsunami Selat Sunda, BNPB: Pandeglang Terparah

Kalau kita lihat dampak yang terjadi di lima kabupaten, paling parah ada di Kabupaten Pandeglang, yaitu 296 meninggal. Kebanyakan adalah wisatawan pengunjung. Kemudian 7.656 orang terluka, 8 orang hilang, dan 20.726 orang mengungsi

Aisyah Isyana - 31/12/2018 17:40

Beritacenter.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali mengupdate jumlah korban tewas akibat bencana tsunami di Selat Sunda. Jumlah korban tewas dalam bencana itu kembali bertambah menjadi 437 orang.

"Sampai hari ini, 437 jiwa meninggal dunia. Saat ini 426 sudah dimakamkan, sementara 9 jenazah belum teridentifikasi. Selain itu, 14.059 orang mengalami luka-luka, 16 orang hilang, dan 33.721 mengungsi," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho saat jumpa pers di Graha BNPB, Senin (31/12/2018).

Baca juga :

Selain itu, jumlah bangunan rusak juga mengalami kenaikan, yakni 2.752 rumah rusak dan 92 penginapan atau warung. Kendaraan yang rusak tercatat sebanyak 510 perahu dan kapal, 147 kendaraan, serta dua fasilitas dermaga dan shelter juga mengalami kerusakan.

Terjangan tsunami Selat Sunda mengakibatkan lima kabupaten terdampak kerusakan, yakni Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Tanggamus. Wilayah yang terdampak paling parah dengan jumlah korban terbanyak berada di Pandenggalang.

"Kalau kita lihat dampak yang terjadi di lima kabupaten, paling parah ada di Kabupaten Pandeglang, yaitu 296 meninggal. Kebanyakan adalah wisatawan pengunjung. Kemudian 7.656 orang terluka, 8 orang hilang, dan 20.726 orang mengungsi," kata Sutopo.

Sementara itu, Sutopo juga mengatakan bahwa masa tanggap darurat di Lampung Selatan pasca diterjang tsunami akan diperpanjang satu minggu kedepan. Terlebih, masih banyak korban yang ditnyatakan hilang akibat bencana tersebut.

"Masa tanggap darurat di Lampung Selatan diperpanjang satu minggu--berakhir kemarin tanggal 29 Desember 2018--karena masih banyak korban yang hilang. Kemudian kerusakan dan pengungsi terus bertambah, sehingga Bupati mengatakan untuk dilanjutkan," ucap Sutopo.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA