Tuesday, 24 Nov 2020
Temukan Kami di :
News

Usut Kasus Pengaturan Skor, Polisi Beberkan Peran Johar dan Dua Tersangka Lainnya

Aisyah Isyana - 28/12/2018 16:43

Beritacenter.COM - Satgas Anti-Mafia Bola meringkus tiga tersangka kasus dugaan pengaturan skor, yakni Johar Lin Eng, Priyanto dan Anik Yuni Artika Sari. Polisi membeberkan peran dari ketiga tersangka, termasuk Johar selaku Komite Eksekutif (Exco)PSSI, yang diduga ikut dalam penentuan klub di grup dan jadwal pertandingan.

"Peran dari pada J ini dia kan di Jawa Tengah dia bisa menentukan klub di kelompok mana, misalnya klub delapan, klub ada 4 grup dia bisa menentukan, yang dia pilih, yang sudah komunikasi dengan dia, ditaroh di grup yang ringan, dia bisa juga menentukan hari apa mainnya, jam berapa mainnya, ada semua dia," kata Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola, Kombes Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (28/12/2018).

Baca juga :

Argo mengatakan, Johar berkoordinasi dengan Priyanto selaku mantan anggota komisi wasit. Keduanya disebut dapat menentukan wasit yang akan memimpin sebuah pertandingan.

"Kemudian dari J ini dia menyuruh komunikasi ke P, P mantan komisi wasit, P tahu, artinya ada 35 wasit, jadi dia tahu, tidak semua wasit bisa diajak kompromi, tetapi tertentu saja yang diajak sama dia, jadi kalau klub sudah komunikasi dengan dia tinggal ditentukan wasitnya siapa," ujar Argo.

Sementara Anik yang merupakan anak dari Priyatno, berperan sebagai perantara untuk menyalurkan uang dari manajer klub. Nantinya, uang yang didapat kemudian akan dibagi-bagikan dengan Priyatno dan Johar.

"Nah kemudian untuk tersangka A, anaknya wasit futsal, peranannya asisten dari pelapor di Banjarnegara, dia menerima juga uang dari pelapor, intinya setiap pertandingan mengeluarkan uang, Rp 100 juta sampai Rp 200 juta di sana dibagi yang terima si A, nanti dia dikirim ke P nanti ngirim ke J," ujarnya.

Sejauh ini, jelas Arga, kasus dugaan pengaturan skor baru ditemukan di Liga 2 dan Liga 3. Argo juga mengaku jika pihaknya belum mendapat informasi prihal ada atau tidaknya keterlibatan pemain dalam kasus dugaan pengaturan skor tersebut.

"Ini kita belum dapat konfirmasi (pemain), belum ada," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Satgas Anti-Mafia Bola telah menetapkan anggota Exco PSSI Johar Lin Eng sebagai tersangka pengaturan laga. Satgas juga meringkus Prayitni dan Anik Yunika Artika Sari dalam kasus tersebut.

Penangkapan terhadap Johar dilakukan polisi di Bandara Halim Pernadakusuma, Jakarta, usai bertolak dari Solo, Jawa Tengah. Sementara Prayitno dan Anik yang sebelumnya disebut miss T dan Tika, ditangkap dilokasi berbeda. Priyatno ditangkap di Semarang, sementaran Anik di diamankan didaerah Pati.

Anggota Exco PSSI Johar Lin Eng dikenakan tiga pasa sekaligus, yakni 378 KUHP terkait Tindak Pidana Penipuan, 372 KUHP Tindak Pidana Penggelapan, dan UU Nomor 11 Tahun 1990 tentang Tindak Pidana Suap.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA