Tuesday, 24 Nov 2020
Temukan Kami di :
News

Setelah Exco PSSI, Satgas Anti-Mafia Bola Juga Tangkap Eks Komisi Wasit dan Anaknya

P ikut dalam kegiatan sepakbolaan. Dia bukan manajer. Mantan dari komisi wasit. Yang A itu anaknya

Aisyah Isyana - 27/12/2018 19:17

Beritacenter.COM - Tak hanya menangkap Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Johar Ling Eng, tim Satgas Anti-Mafia Bola juga meringkus dua tersangka lainnya. Kedua pelaku dalam kasus dugaan pengaturan skor itu yakni, Priyanto (P) dan Anik (A).

Ketua Tim Media Satgas Anti-Mafia Bola Kombes Argo Yuwono mengatakan, Priyanto adalah mantan anggota komisi wasit, sementara Anik adalah anak Priyanto.

"P ikut dalam kegiatan sepakbolaan. Dia bukan manajer. Mantan dari komisi wasit. Yang A itu anaknya," jelas Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (27/12/2018).

Baca juga : Exco PSSI Jalani Pemeriksaan di Polda Metro Jaya Usai Ditangkap di Bandara Halim

Argo mengatakan, penangkapan terhadap Priyanto dan Anik dilakukan pihaknya di dua lokasi berbeda. Saat ini, tersangka Priyanto sementara dititipkan di Polda Jawa Tengah, sementara tersangka Anik sudah diterbangkan ke Jakarta.

"Kami menangkap pelaku inisial P di Semarang. Penyidik juga menangkap di daerah Pati inisial A itu. Kemudian untuk yang tersangka P kami titipkan di Polda Jateng. Untuk tersangka A ini udah kami terbangkan ke Jakarta. Kemudian untuk nanti tersangka P akan kami bawa ke Jakarta tapi menunggu waktu," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, tim Satgas Anti-Mafia Bola meringkus Eksekutif (Exco) PSSI, Johar Ling Eng, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pagi tadi. Johar langsung dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan.

"Kami sedang mendalami tersangka J ini perannya apa, motifnya apa, serta hubungan dengan pelaku lain apa. Semua masih pendalaman oleh penyidik," ujarnya.

Untuk diketahui, Satgas Anti-Mafia Bola sebelumnya menerima laporan dari manajer klub sepakbola, LI, terkait dugaan pengaturan skor. Laporan itu terkait adanya sejumlah pihak yang meminta uang agar salah satu tim bisa naik dari Liga 3 ke Liga 2.

Laporan LI itu teregister dengan nomor LP/6990/XII/2018/PMJ/DITRESKRIMUM tertanggal 19 Desember 2018 tentang Dugaan Tindak Pidana Penipuan dan/atau Penggelapan dan/atau Tindak Pidana Suap dan/atau Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau UU No 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan/atau Pasal 3, 4, 5, UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA