Friday, 23 Aug 2019
Temukan Kami di :
Politik

Bela Amien Rais, Wasekjen PAN Pertanyakan Kapasitas Goenawan Mohammad Cs

Anas Baidowi - 26/12/2018 15:11

Beritacenter.COM - Wakil Sekjend DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay, menilai bahwa statemen beberapa pendiri PAN yang meminta agar Amien Rais mundur dari partai sangat melanggar hak demokrasi.

"Permintaan agar Amien Rais mundur dari kehidupan organisasi sosial dan politik dinilai mencederai demokrasi dan potensial melanggar UUD ‘45, khususnya pasal tentang kebebasan bersyarikat dan berkumpul," kata Saleh dalam pesannya kepada wartawan, Rabu (26/12/2018).

"Amien Rais sebagai warga negara dijamin hak-haknya untuk berkiprah di organisasi mana pun, termasuk organisasi politik," imbuhnya.

Baca Juga: Alasan PAN Harus Tendang Amien Rais, Salah Satunya Doyan Goreng Isu PKI

Ia juga menyebutkan bahwa surat tebuka yang disampaikan oleh beberapa oknum yang mengatasnamakan pendiri PAN tersebut sangat tidak tepat sasaran.

Betapa tidak, Saleh nenyebutkan orang-orang tersebut bukan lagi kader PAN yang berhak untuk ikut campur kembali dalan urusan dapur partai.

"Surat tersebut ditulis dan ditandatangani oleh mereka yang sudah lama sekali tidak aktif dan tidak mengikuti isu dan arah perjuangan politik PAN. Karena itu, tidak jelas landasan dan pijakan mereka dalam menulis surat tersebut," tegasnya.

Sementara terkait dengan tudingan bahwa Amien Rais suka menggoreng isu kebangkitan PKI dan politisasi agama, Saleh menilai itu bukan dalam kapasitas Amien sebagai pengurus partai.

"Adapun aktivitas Amien Rais di luar PAN tidaklah terkait dengan kiprah dan garis politik PAN secara langsung. Itu adalah hak dan kewajiban Amien Rais yang justru dapat dinilai sebagai bagian dari upaya menjaga moral dan keadaban bangsa," tuturnya.

Lebih lanjut, Saleh pun menegaskan bahwa pandangannya terhadap sosok Amien Rais masih tetap konsisten dalam upaya menjaga perjuangan reformasi dab perbaikan bangsa ke depan.

Baca Juga : PAN Bergejolak, Amien Rais Didesak Mundur

"Fakta menunjukkan bahwa Amien Rais masih tetap konsisten dalam memperjuangkan reformasi dan berupaya membawa perbaikan bagi bangsa Indonesia," paparnya.

Hanya saja terkait dengan perbedaan pandangan yang terjadi baik antara Amien Rais dengan pemerintah, seharusnya bukan menjadi alasan untuk membungkam Amien dalam kehidupannya berpolitik. Saleh mengharapkan perbedaan ity menjadi nilai tambah dalam semangat memperbaiki bangsa.

"Kalaupun ada perbedaan dengan pemerintah yang berkuasa, itu harus dimaknai sebagai bagian dari semangat untuk memperbaiki kehidupan sosial politik yang dinilainya belum berpihak sepenuhnya bagi kesejahteraan rakyat," tukasnya.

Perlu diketahui bahwa beberapa eks politisi PAN yang mengkalim sebagai pendiri partai berlambang bintang kejora itu meminta agar Amien Rais mengundurkan diri dari koprah politiknya di PAN. Beberapa diantaranya adalah ; Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Goenawan Mohammad, Toeti Heraty Noerhadi dan Zumrotin.

"Barangkali sudah saatnya Saudara mengundurkan diri dari kiprah politik praktis sehari-hari," tulis mereka.

Mereka memandang bahwa manuver politik Amien Rais cukup mengkhawatirkan seperti menggoreng isu politik identitas dan kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Saudara sebagai ilmuwan ilmu politik telah gagal mencerdaskan bangsa dengan ikut mengeruhkan suasana dalam negeri dalam menyebarkan berita yang jauh dari kebenaran tentang kebangkitan PKI di negeri kita," jelasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA