Tuesday, 18 Jun 2019
Temukan Kami di :
Opini

Hukum Mengucapakan dan Mengikuti Perayaan Natal Bagi Umat Islam

Indah Pratiwi - 24/12/2018 10:01

Beritacenter.COM - Perayaan Natal merupakan hari raya untuk umat Nasrani namun bukan perayaan untuk umat Islam. Seorang yang beragama Islam bisa hilang jati dirinya apabila mengikuti tradisi dan prinsip agama lain.

BACA JUGA

Rasulullah SAW telah memberikan peringatan kepada umatnya agar kaum muslimin tidak mengikuti tradisi non muslim hingga pada prinsip agama. Selain itu, Allah SWT telah mengharamkan memberikan atau mengikuti perayaan non Islam lantaran hari raya non Islam merupakan hari raya yang tidak diridhoi oleh Allah SWT, Senin(24/12).

Allah SWT Berfirman:
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al Maidah [5] : 3).

Rasulullah SAW Bersabda:
”Sungguh kalian akan mengikuti umat sebelum kalian, persis seperti jengkal telapak tangan kanan dengan telapak tangan kiri, seperti hasta kanan dan hasta kiri. Hingga andaikan mereka masuk ke lubang kadal gurun, kalianpun akan mengikutinya.”

”Ya Rasulullah, apakah yang anda maksud (umat akan mengikuti) yahudi dan nasrani?” tanya sahabat.

”Siapa lagi.” jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Ahmad 10827, Bukhari 3456, dan yang lainnya).

"Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka."(HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Jadi, menyampaikan selamat perayaan kepada non muslim berarti telah masuk ke ranah prinsip agama tersebut. Bahkan, ribuan fatwa ulama telah melarangnya agar tidak memberikan ucapan selamat maupun mengikuti hari perayaan agama selain islam.

 

Wallahu A'lam Bishawab

 




Berita Lainnya

Gugatan Prabowo ke MK, Sia-siakah?

17/06/2019 07:02 - Indah Pratiwi Budi

ADA "TALIBAN" DI DALAM KPK ?

13/06/2019 09:42 - Sukrina
Kemukakan Pendapat


BOLA