Sunday, 25 Aug 2019
Temukan Kami di :
News

Ungkap Korupsi Dana Bantuan Beras, Polres Ciamis Selamatkan Uang Negara Lebih Dari Rp 200 Juta

Dalam kasus tersebut, tersangka utama adalah US (58) dan YN (51). Diketahui jika US (58) merupakan salah seorang PNS yang berdinas di Dinas KPP dan beralamat di Komp. Sukasari Indah, No.144 RT.005 Rw. 007 Ds. Langonsari Kec. Pameungpeuk Kab. Bandung. Sedangkan YN (51) adalah seorang Ketua LSM KSBI dan beralamat di Jl. Alamanda Raya Rt. 003 Rw. 013 No.89 Kel. Cibeunying Kec. Cimenyan, Kab. Bandung.

Sari Intan Putri - 20/12/2018 15:20

Beritacenter.COM - Polres Ciamis kembali merilis kasus yang berhasil diungkap di wilayah hukumnya. Kali ini, Polres Ciamis berhasil membongkar kejahatan tindak pidana korupsi dana bantuan beras dari Dinas KPP Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan konferensi pers ini berlangsung di Mapolres Ciamis sekira pukul 14.00 WIB, Kamis (12/12/2018). Selain Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso SH, SIK, MH, turut hadir juga dalam kegiatan tersebut yaitu AKP Hendra Virmanto (Kasat Reskrim Polres Ciamis) dan IPTU Asep Misman (Kanit Tipikor).

"Tim kami berhasil mengungkap kasus ini. Alhamdulillah, meski banyak rintangan kasus ini tetap dapat kami selesaikan," kata Kapolres Ciamis kepada wartawan kami.

Dalam kasus tersebut, tersangka utama adalah US (58) dan YN (51). Diketahui jika US (58) merupakan salah seorang PNS yang berdinas di Dinas KPP dan beralamat di Komp. Sukasari Indah, No.144 RT.005 Rw. 007 Ds. Langonsari Kec. Pameungpeuk Kab. Bandung. Sedangkan YN (51) adalah seorang Ketua LSM KSBI dan beralamat di Jl. Alamanda Raya Rt. 003 Rw. 013 No.89 Kel. Cibeunying Kec. Cimenyan, Kab. Bandung.

Dari hasil tersebut, Polres Ciamis telah memerikasa saksi sebanyak 42 orang. Dan kerugian negara yang berhasil diselamatkan sejumlah Rp. 262.350.810.

Barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas yakni DPA Kegiatan RTM OPD Penguatan ketersediaan dan Cadangan Pangan TA 2016, Nota Dinas tentang penerima manfaat bantuan, Surat permohonan penerbitan laklog, Surat perintah kepada tersangka US, Surat perintah penyerahan barang.

Akibat perbuatan tersangka, masing-masing dikenakan pasal 2 ayat (1) UU Th. 1999 sebagaimana dirubah dengan UU No. 20 Th. 2001. Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp. 200.000.000,00 (Dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) dan pasal 3 UU No. 31 Th. 1999 sebagaimana dirubah dengan UU no. 20 tahun 2001, dipidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah).




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA