Tuesday, 21 May 2019
Temukan Kami di :
Politik

Rakyat Sudah "Muak" Dengan Suguhan Drama "Koalisi Kardus"

Indah Pratiwi Budi - 16/12/2018 07:28

Beritacenter.COM - Para tokoh dan kader akar rumput koalisi kardus mulai berpaling ke kubu Joko Widodo yang tetap solid dan visioner memajukan RI. Sementara para petinggi koalisi kardus bersama Prabowo-Sandiaga hanya menebar ketakutan dan tidak ada program nyata yang bisa dibanggakan.

Istilah ‘koalisi kardus’ muncul setelah Wasekjen Partai Demokrat (PD), Andi Arief menyebut Prabowo sebagai ‘jenderal kardus’ dan mengungkap bahwa Sandiaga Uno membayar PAN dan PKS masing-masing sebesar Rp 500 Miliar agar bisa diterima sebagai cawapres Prabowo.

Koalisi kardus porak-poranda setelah satu persatu kadernya mulai mengalihkan dukungan ke Jokowi-Ma’ruf Amin. Kesolidan koalisi kardus telah retak dan tak akan bertahan lama akibat hanya mengejar kekuasaan dan jabatan.

Suara koalisi kardus mulai tergerus karena rakyat bosan bahkan muak dengan drama dan kebohongan para elitnya. Nasib koalisi kardus juga akan hancur berantakan karena salah satu partai yaitu Gerindra hanya mau menang sendiri, untung sendiri dan jaya sendiri sementara partai lain dalam satu koalisi hanya mendapat kardus tanpa isu.

Sebelumnya, sejumlah pengamat sudah menduga bahwa koalisi Prabowo-Sandi tidak akan solid dikarenakan capres dan cawapres, keduanya berasal dari Partai Gerindra. Seperti misalnya Partai Amanat Nasional (PAN) yang di tingkat pusat sepakat mendukung Prabowo-Sandiaga. Namun berbeda dengan yang ada di daerah, mereka tidak mungkin dengan mudahnya menerima cawapres usulan mereka dicampakkan begitu saja.

Begitu juga dengan Partai Demokrat, yang malah membebaskan kadernya untukmendukung Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

Gerindra memang lick dan serakah sama seperti Prabowo. Koalisi kardus hanya bernafsu menguntungkan diri sendiri, tanpa memperhitungkan bahwa semua partai dalam koalisi tersebut bekerja untuk Gerindra.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA