Sunday, 26 Jan 2020
Temukan Kami di :
Politik

Bertemu Buruh di Sumut, Hasto: Kita Cari Pemimpin, Bukan Cari yang Tujuannya Menghujat

Kita ini cari pemimpin kita, bukan cari orang yang tujuannya menghujat. Menang lima tahun, kalah juga lima tahun, yang penting kita bekerja. Perintah Pak Jokowi dan KH Ma'ruf, kita tidak boleh membalas yang tidak manusiawi. Biarlah kelihatan mana yang beres, mana yang tidak

Aisyah Isyana - 15/12/2018 06:16

Beritacenter.COM - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto berpesan kepada para buruh agar memilih pemimpin yang jelas rekam jejaknya. Hasto menyampaikan hal itu saat berdiskusi dengan serikat buruh Sumatera Utara.

Dihadapan para buruh yang hadir, Hasto juga mengingatkan agar buruh yang mendukung capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin untuk tidak panas ketika dihujat kubu lawan. Hasto meminta agar hujatan-hujatan itu dibalas dengan senyuman.

Baca juga :

"Ngapain kita ribut (karena) mereka teriak-teriak? Kita tetap doakan, kita tetap tersenyum, kita tetap bekerja. Biarkan anjing menggonggong kafilah berlalu," ujar Hasto dalam diskusi, di Jalan Hayam Wuruk, Medan, Sumatera Utara, Jumat (14/12/2018).

Menurutnya, tujuan dari pemilu adalah untuk mencari pemimpin yang baik. Untuk itu, jelas Hasto, Jokowi sendiri telah memerintahkan timsesnya untuk tidak membalas ketika dihujat, dan tetap berpandangan postif meski menerima hujatan.

"Kita ini cari pemimpin kita, bukan cari orang yang tujuannya menghujat. Menang lima tahun, kalah juga lima tahun, yang penting kita bekerja. Perintah Pak Jokowi dan KH Ma'ruf, kita tidak boleh membalas yang tidak manusiawi. Biarlah kelihatan mana yang beres, mana yang tidak," katanya.

"Mana yang menggunakan jalan untuk fitnah, terbukti bahwa kebenaran itu akan menang. Jadi, daripada kita memikirkan serangan relawan mendingan kita door to door. Mari kita isi pikiran yang positif. Karena cara berpikir yang positif bisa memunculkan tindakan yang positif. Tindakan positif menghasilkan kebiasaan yang positif," lanjut Hasto.

Hasto juga sempat menyinggung beberapa kebiasaan Prabowo terdahulu yang dianggapnya negatif. Hasto juga kembali meminta agar semua pihak dapat memilih pemain dengan rekam jejak yang baik dan jelas.

"Kalau kebiasannya suka memaki-maki, kebiasaan kecil juga suka menempeleng, Kalau ketika berkuasa menculik mahasiswa gimana mau baik, maka kita lihat. (Untuk memilih) pemimpin Pak Jokowi mengatakan lihat dulu rekam jejaknya, yang ini keluarganya baik, istrinya ada, anak-anaknya rukun. Yang di sana gimana ada keluarga tidak, ada istri tidak, bisa membina rumah tangga tidak," tutur Hasto.

Untuk diketahui, diskusi PDIP dengan 34 organisasi para serikat buruh Sumatera Utara ini merupakan rangkaian dari safari politik yang ketiga. Kali ini perjalanan safari politik dilakukan dengan mengunjungi 12 kabupaten/kota di wilayah Sumatera Utara.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA