Friday, 15 Nov 2019
Temukan Kami di :
Ekonomi

September 2019, Data Keuangan WNI Akan Dibongkar di Swiss

Dipastikan jika pertukaran itu akan terjadi setelah pihak Indonesia dan Swiss menandatangani joint declaration terkait kerja sama global pertukaran data keuangan secara otomatis alias Automatic Exchange of Information (AEoI) untuk keperluan perpajakan. Penandatanganan dilakukan pada 2017 lalu.

Sari Intan Putri - 10/12/2018 19:17

Beritacenter.COM - September 2019 mendatang, data keuangan orang kaya Indonesia di Swiss rencananya akan dibongkar. Hal tersebut dimulainya dengan pertukaran data keuangan secara otomatis antara otoritas pajak Indonesia dengan otoritas berwenang di negara yang dikenal sebagai salah satu negara yang dikenal dengan surganya pajak.

Dipastikan jika pertukaran itu akan terjadi setelah pihak Indonesia dan Swiss menandatangani joint declaration terkait kerja sama global pertukaran data keuangan secara otomatis alias Automatic Exchange of Information (AEoI) untuk keperluan perpajakan. Penandatanganan dilakukan pada 2017 lalu.

“Dalam Joint Declaration yang kita tanda tangani tahun 2017 waktu itu, disepakati bahwa pertukaran data keuangan secara otomatis antara Indonesia dan Swiss baru akan dilakukan pertama kali pada September 2019 nanti untuk data/saldo keuangan akhir 2018,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Hestu Yoga Saksama.

Lebih lanjut diketahui juga jika Indonesia akan mulai efektif menjalankan kerja sama global AEoI dengan puluhan negara mulai September 2018, termasuk juga negara surga pajak.

“Kami sudah menerima data keuangan dari negara-negara seperti Panama, Cayman Islands, Bahama, Guernsey, juga Singapura dan Hong Kong September kemarin,” kata Yoga.

Penting untuk diketahui bersama jika dari total Rp 3.250 triliun harta orang-orang sangat kaya asal Indonesia, sebesar Rp 2.600 triliun di antaranya disimpan di Singapura. Selebihnya, dana tersebut tersimpan di berbagai negara/otoritas termasuk Hong Kong, Macau, Labuan, Luxemburg, Swiss, Panama, dan negara-negara surga pajak lainnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA