Tuesday, 25 Jun 2019
Temukan Kami di :
Kriminal

Gagal Lakukan Aksi Cabulnya, Seorang Dukun Digelandang Ke Kantor Polisi

Indah Pratiwi Budi - 10/12/2018 06:23

FOKUS : Pencabulan

Beritacenter.COM - Sugiyanto (38) sang dukun cabul, harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah aksi cabulnya dilaporkan oleh keluarga pasiennya ke polisi.

Menurut keterangan dari Kanitreskrim Ipda Sadimun, mengatakan, pelaku ini awalnya datang ke rumah Sri Erlina di Desa Kaliploso, Kecamatan Cluring, untuk mengobati anaknya yang bernama FFO (15).

"Pengobatan menggunakan jalur non medis itu dipilih lantaran riska versi pelaku terkena guna-guna," kata Ipda Sadimun.

Ketika berada di rumah Erlina, tersangka mengaku melihat pusaka di rumah PL 17. Selanjutnya Sugiyanto meminta bantuan erlina agar meminta ijin kepada BY ibu korban, guna melihat pusaka yang dimaksud.

Diluar dugaan permohonan itu dikabulkan, selanjutnya pelaku mendatangi kediaman BY tak jauh dari kediaman Erlina. Ketika itu tersangka melihat PL seraya berujar tertempel roh halus dari bayi hasil keguguran atau las dan jika tidak dikeluarkan korban bisa hamil dan stres.

"Mendengar perkataan seperti itu PL menjadi takut dan minta tolong untuk diobati," imbuh Ipda Sadiman.

Kemudian korban diajak menuju rumah Sri Erlina, yang dalam perkara ini menjadi saksi untuk melakukan ritual pengobatan.

Diawal aksi perdukunannya, pelaku meminta tolong kepada pemilik rumah agar memegang perut korban, tujuannya untuk mencari benjolan. Saksi bahkan disuruh memegang payudara korban.

Usai sesi awal, tersangka lantas mengajak korban masuk ke dalam kamar. PL yang masih berusia di bawah umur diperintahkan agar terlentang di kasur, sementara Sugiyanto duduk di sebelah korban yang terbaring.

Selain itu Sugiyanto juga menyuruh PL untuk melepas roknya, kali ini korban berusaha berontak seraya bangun dari posisi tidurnya. PL lantas pergi keluar kamar meninggalkan dukun cabul bertato itu seorang diri di kamar tetangganya.

Baca Juga :

Ulah cabul Sugiyanto kemudian diceritakan PL kepada ibunya. Merasa keberatan dengan praktik pengobatan menyimpang tersebut, orang tua pl mengadukan kasus ini ke Polsek Cluring.

Dari pengakuan pelaku, perbuatan tak senonoh ini dilakukan atas petunjuk gurunya yang saat itu bertemu di alas purwo, bahwasanya jika mengobati harus terlebih dahulu memegang bagian perut dan payudara.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti yang di antaranya, kasur, dan pakaian milik korban.

Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 82 ayat 1 undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah penganti undang undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA