Monday, 10 Dec 2018
Temukan Kami di :
Politik

Kok Bukan Panitia Yang Kritik Media? Tim Jokowi: Bukti Nyata Aksi 212 Digerakkan Prabowo

Lukman Salasi - 06/12/2018 17:57

BeritaCenter.com – Serangan yang mengarah pada hinaan Prabowo Subianto terhadap media massa nasional soal minimnya liputan aksi reuni 212 di Monas yang sudah berlalu sangat disayangkan sejumlah pihak.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, merasa heran dan prihatin dengan ucapan Prabowo.

"Soal isu terbaru Prabowo mengatakan pers ini banyak bohongnya, saya terus terang prihatin bahwa statement ini tidak sepantasnya diucapkan. Dia merasa pemberitaan pers selama ini tidak objektif dan banyak bohongnya, khususnya pada kasus 212, salah satunya," kata Karding kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/12/2018).

Karding menyebut, jika kritik Prabowo itu benar terjadi, seharusnya panitia Reuni 212-lah yang mengkritik media.

"Kalau Prabowo marah, itu pertanda aksi 212 ini nyata-nyata memang digerakkan oleh Pak Prabowo. Saya kira gampang, kalau ada orang marah-marah nggak ada hubungannya, Prabowo nggak ada hubungannya kan kalau dia marah-marah berarti sesungguhnya panitia utamanya adalah Pak Prabowo," ungkap Karding.

Mengenai jumlah massa dalam acara Reuni 212 yang tidak ditulis oleh media dan dikritik Prabowo, Karding menyebut ada aksi yang lebih besar daripada acara Reuni 212, tapi acara itu tidak mewajibkan media mencantumkan jumlah peserta, bahkan meliputnya. Ia menilai ada seseorang yang panik karena jumlah massa tidak terpublikasi oleh media.

"Terkait jumlah peserta kalau teman-teman melihat YouTube, acara NU di Sidoarjo memperingati hari santri itu jumlahnya jauh lebih besar yang ada di Monas, tetapi teman-teman NU itu sampai hari ini tidak keberatan untuk tidak diliput, di lokal aja. Karena tujuannya istigasah, bukan tujuan politik," kata Karding.

"Apa yang terjadi, Prabowo ini harus dijadikan satu indikasi awal oleh Bawaslu bahwa 212 mengandung unsur-unsur kampanye dan pencitraan diri," sambung Karding.

Sebelumnya, Prabowo mengkritik media terkait pemberitaan acara Reuni 212 di Monas beberapa waktu lalu. Prabowo menyoroti perihal pemberitaan hingga penulisan jumlah peserta Reuni 212.

"Kita dipandang dengan sebelah mata, kita nggak dianggap, karena dibilang kita nggak punya duit. Mereka sudah tutup semua. Buktinya hampir semua media tidak mau meliput 11 juta lebih orang yang berkumpul, belum pernah terjadi di dunia," kata Prabowo saat menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (5/12).




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA