Sunday, 29 Mar 2020
Temukan Kami di :
Politik

TKN Jokowi-Ma'ruf Usulkan "Korupsi Orde Baru" Dimasukkan ke Dalam Materi Debat Pilpres 2019

Raja Juli Antoni selaku Sekretaris Jenderal PSI menyebutkan jika usulan ini disampaikan karena perhatian publik terhadap isu korupsi masih sangat tinggi. Menurutnya, masyarakat juga harus tau pandangan setiap pasangan calon mengenai korupsi di zaman orde baru dan era saat ini.

Sari Intan Putri - 06/12/2018 09:23

Beritacenter.COM - Dalam perihal debat Pimilah Presiden 2019 mendatang, Partai Solidaritas Inodenesia (PSI) mengusulkan jika "korupsi orde baru" dimasukkan ke dalam materi.

Raja Juli Antoni selaku Sekretaris Jenderal PSI menyebutkan jika usulan ini disampaikan karena perhatian publik terhadap isu korupsi masih sangat tinggi. Menurutnya, masyarakat juga harus tau pandangan setiap pasangan calon mengenai korupsi di zaman orde baru dan era saat ini.

"Iya, kami usul itu (korupsi orde baru) jadi materi debat. Saya melihat di berbagai macam survei, tema korupsi dan concern masyarakat terhadap korupsi itu masih bagian dari yang paling tinggi," kata Raja Juli Antoni.

Raja Juli Antoni juga mengatakan, ide itu muncul setelah pernyataan Prabowo Subianto yang menyebut korupsi di Indonesia saat ini sudah seperti kanker stadium 4. Jika dianalogikan demikian, artinya tidak ada lagi obat dan upaya lainnya untuk menyembuhkan korupsi.

Raja mengatakan, fakta belum tentu demikian. Ia mengklaim, Jokowi sebagai seorang reformis saat ini terus berjuang menekan angka korupsi.

Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf itu menyebutkan, diangkatnya tema "korupsi orde baru" sebagai materi debat Pilpres aga dapat membandingkan korupsi di zaman orde baru dengan era kini. Hal itu juga dinilai bisa mengungkap akar korupsi di Indonesia.

"Bahwa masalah korupsi masih ada, pasti ada, marak, iya, masih ada masalah serius, iya, tapi apa memang lebih buruk? Lalu karena Pak Prabowo adalah bagian dari Orde Baru, ada Partai Berkarya juga pendukung (Prabowo-Sandi) di situ, ada baiknya coba dilihat perbandingan sejarah itu, sebenarnya apa sih akar korupsi itu," lanjut dia.

Namun, usulan ini belum disampaikan secara resmi kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sebelumnya, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut korupsi di Indonesia seperti kanker stadium empat. Hal itu disampaikan Prabowo saat berbicara pada acara "The World in 2019 Gala Dinner" yang diselenggarakan majalah The Economist di Hotel Grand Hyatt Singapura beberapa hari lalu.

Menurut Prabowo, Indonesia sudah masuk darurat korupsi. Pasalnya, dari pejabat negara, kalangan anggota Dewan, menteri hingga, hakim tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA