Thursday, 20 Jun 2019
Temukan Kami di :
Politik

Ketua PPP Nyatakan jika PPP Bukan Partai Penista Agama

Sebelumnya diketahui jika Rizieq Shihab menyebut untuk tak memilih caleg dari partai penista agama di aksi 212 yang terjadi pada Minggu (02/12/2018) kemarin.

Sari Intan Putri - 04/12/2018 19:34

Beritacenter.COM - Romahurmuziy selaku Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengatakan jika PPP tak termasuk bagian dari partai politik penista agama.

Sebelumnya diketahui jika Rizieq Shihab menyebut untuk tak memilih caleg dari partai penista agama di aksi 212 yang terjadi pada Minggu (02/12/2018) kemarin.

Menurutnya, ukuran ‘partai penista agama’ adalah pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilkada DKI Jakarta 2017. Dia menegaskan PPP tidak mendukung Ahok pada saat itu.

“Yang disampaikan HRS sama sekali tidak dimaksudkan untuk PPP, karena pada Pilkada DKI 2016-17, kami tidak mengusung Ahok. Sebaiknya ditanyakan, partai mana yang dimaksudkan HRS,” kata Rommy.

Selama ini, lanjut Rommy, PPP berada di garda terdepan mewujudkan UU atau Peraturan Daerah bernuasa agama (syariah) dan alokasi anggaran untuk umat.

Dia menegaskan, perjuangan PPP menegakkan UU atau Perda bernuasa Islam sudah dilakukan sejak partai ini didirikan para ulama pada 1973 lalu dan terus berlangsung hingga saat ini.

Dia mencontohkan, PPP sudah menginsiasi UU Perkawinan dan UU Penertiban Perjudian pada 1974. Di masa reformasi, ada UU Pengelolaan Zakat yang berhasil di perjuangkan PPP. Begitu juga dengan UU anti Pornografi di saat banyak partai yang tidak menyetujuinya.

PPP sejak 2013 juga menginsiasi lahirnya RUU Pesantren dan Lembaga Pendidikan Keagamaan. Dan saat ini memimpin Pansus RUU Anti Miras. Di politik anggaran, PPP juga yang mendorong naiknya honor penyuluh agama sebesar 100% dan tunjangan untuk para guru di lingkungan Kementerian Agama.

“Bagi PPP sebagai partai Islam, memperjuangkan tegaknya Islam secara konstitusional merupakan farduh kifayah,” ucap Rommy.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA