Thursday, 22 Aug 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Inilah Makna Dibalik 212...

Indah Pratiwi Budi - 03/12/2018 18:38

FOKUS : Reuni 212

Beritacenter.COM - Aksi Reuni 212 pada Minggu, 2 Desember 2018 telah mendapat berbagai himbauan dan penolakan dari berbagai elemen masyarakat, bahkan kritikan karena dinilai konteks gerakan tersebut sudah tidak sesuai dengan tujuan awalnya.

Tanpa disadari sebagian umat,  tujuan sebenarnya dari Reuni 212 ini bukanlah untuk silaturahmi namun untuk kepentingan politik. Umat hanya dimanfaatkan sebagai alat politik untuk mencapai kemenangan dan ambisi kekuasaan. Selain ditunggangi oleh tim pemenangan salah satu calon Presiden dan calon Wakil Presiden Pilpres 2019, acara ini diketahui juga telah disusupi oleh organisasi politik terlarang, yakni HTI.

Sebenarnya, angka 212 yang digunakan sebagai simbol dari pergerakan massa di Indonesia, memiliki makna dalam Surah Al Baqarah ayat 12 atau QS (2:12) yang berarti “Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.

Pengertian ini seolah-olah menunjukkan bahwa aksi 212 merupakan representasi dari QS (2.12) sebagai peringatan bagi umat, yang mengisyaratkan bahwa dengan terselenggaranya aksi 212, para peserta aksi dapat menimbulkan kerusakan di Indonesia, namun mereka tidak menyadarinya.

Kerusakan ini dapat diibaratkan dengan aksi yang dapat menimbulkan kegaduhan, memecah belah persatuan bangsa dan mengancam stabilitas keamanan nasional.

Tidak ada salahnya apabila kegiatan Reunian dilakukan untuk Silaturahmi. Namun, jika sudah bernuansa politis apalagi untuk kegiatan berbau kampanye, semua ada tempat dan aturannya.

Seperti yang diketahui,  awalnya aksi 212 pada 2 Desember 2016 silam, memiliki tujuan untuk menuntut hukuman kepada Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), atas tudingan penistaan agama. Ahok pun telah dijatuhi hukuman penjara dan pilgub DKI menghasilkan suatu keputusan gubernur dan wakil gubernur DKI yang sudah dilantik, yaitu Anies Basweden dan Sandiaga Uno yang belakangan mengundurkan diri karena maju sebagai calon wakil Presiden mendampingi Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto. Oleh karena itu, patut dipertanyakan arah dari rangkaian aksi gerakan 212 ini. 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA