Monday, 10 Dec 2018
Temukan Kami di :
Politik

Kritisi Aksi Reuni 212, PDIP: Faktanya Mereka Kampanye Ajak Pilih Prabowo

Faktanya mereka kampanye, mengajak (masyarakat) memilih PS (Prabowo Subianto) dengan memburuk-burukan Jokowi dan PDIP

Aisyah Isyana - 03/12/2018 09:17

Beritacenter.COM - PDI Perjuangan menilai Reuni 212 sebagai ajang kampanye terselubung capres nomor urut 02, Prabowo Subianto. Tak hanya kampanye, terdapat pula seruan yang menjelek-jelekkan capres petahanan Joko Widodo (Jokowi) di Reuni 212.

"Faktanya mereka kampanye, mengajak (masyarakat) memilih PS (Prabowo Subianto) dengan memburuk-burukan Jokowi dan PDIP," kata Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP, Eva Kusuma Sundari, Senin (3/12/2018).

Baca juga :

Eva mengaku sangat menyayangkan adanya seruan-seruan bersifat negatif dalam Reuni 212. Kampanye terselubung dalam Reuni 212 itu dinilai Eva dilakukan kubu Prabowo lantaran tak mampu berkampanye dengan benar.

"Berkampanye dengan benar saja nggak mampu, gimana mau mengelola negara? Aturan dilanggar, nggak ngomong program, ada pengajian tapi ada juga maki-makian," ujar Eva.

Menurutnya, upaya-upaya licik dalam Reuni 212 menunjukkan bahwa kubu Prabowo tak berkelas untuk menjadi penguasa. Eva berharap agar umat dapat lebih memahami maksud dari pelaksanaan Reuni 212 yang sebenarnya.

"Kegiatan itu menunjukkan Pak PS dan kelompoknya nggak ada kelas untuk jadi penguasa. Wong tidak punya mimpi yang membangkitkan harapan. PDIP sih kasihan karena teman demokrasi yang ada, nggak berkelas. Umat Islam saya harap be smart, jangan emosian, jaga kesadaran dan ketenangan. Ikuti ajakan menuju kemajuan," jelasnya.

Untuk diketahui, hadir sejumlah tokoh agama dan politik Tanah Air seperti Prabowo Subianto, Ketum PAN Zulkifli Hasan, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Habib Bahar bin Smith dan Ustaz Tengku Zulkarnain, dalam Reuni 212 di Monas.

Tak hanya orasi dari sejumlah tokoh agama dan politik, terdengar pula lagu 'Astaghfirullah Punya Presiden Si Raja Bohong' yang diputar di Reuni 212. Lagu itu diputar usai rekaman suara ceramah Imam Besar FPI Habib Rizieq diperdengarkan.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA