Sunday, 29 Nov 2020
Temukan Kami di :
Kriminal

Konferensi Pers Polres Ciamis, Berikut Kasus yang Berhasil Diungkap...

Beberapa kasus yang berhasil diungkap oleh Polres Ciamis diantaranya adalah penyalahgunaan narkotika jenis daun ganja kering. Modus operandi pelaku sebagai pemakai dan pengedar narkotika jenis ganja.

Sari Intan Putri - 01/12/2018 10:45

Beritacenter.COM - Polres Ciamis rilis beberapa kasus penyalahgunaan narkotika selama Operasi Antik Lodaya 2018 di Mapolres Ciamis sekira pukul 10.30 WIB, Sabtu (01/12/2018).

Tak hanya Kapolres Ciamis, Konferensi Pers itu juga turut dihadiri oleh AKP DARLI S.Sos (Kasat Narkoba Polres Ciamis), IPTU HJ. Yeni (Paur Humas Polres Ciamis), IPTU Sumaryadi (Kasat Tahti Polres Ciamis) dan IPDA Edi Permadi (KBO Narkoba Polres Ciamis).

"Alhamdulillah, hari ini kamis bisa merilis berbagai kasus yang telah berhasil kami ungkap selama pelaksanaan Operasi Antik Lodaya 2018," ucap Kapolres Ciamis.

Beberapa kasus yang berhasil diungkap oleh Polres Ciamis diantaranya adalah penyalahgunaan narkotika jenis daun ganja kering. Modus operandi pelaku sebagai pemakai dan pengedar narkotika jenis ganja.

Untuk tersangka utama dalam kasus penyalahgunaan narkotika jenis daun ganja itu ada dua. Pertama RA (24) yang beralamat di Dsn. Kedung Rejo Rt 002 Rw 002 Ds. Wonoharjo Kec/Kab. Pangandaran dan kedua PB (24) beralamat di Dsn. Kamurang Rt 002 Rw 011 Ds. Babakan Kec/Kab. Pangandaran.

Beberapa barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas diantaranya satu paket narkotika diduga daun ganja kering yang dibungkus menggunakan kertas nasi berwarna coklat seberat 9,45 gr, sepuluh lembar kertas papir berwarna putih, satu unit hp bermerk xiaomi note 5 warna putih dan satu unit hp bermerk ASUS warna hitam.

RA (24) dan PB (24) dikenakan pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 Ayat (1) jo Pasal 127 Ayat (1) huruf a, UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika UU ancaman hukuman paling singkat 5 tahun penjara paling lama 20 tahun penjara dan denda 1 Milyar sampai 10 Milyar Rupiah.

Kasus berikutnya sama dengan kasus sebelumnya yaitu penyalahgunaan narkotika jenis ganja. Hanya saja kali ini terjadi di wilayah Ciamis. Modus operandi tersangka yakni pelaku sebagai pemakai dan pengedar narkotika jenis ganja.

Tersangkanya berinisial DSH (26) yang beralamat di Rt 02 Rw 04 Ds. Mangkonjaya Kec. Bojonggambir Kab. Tasikmalaya.

Barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas adalah sebuah kantong kresek warna hitam berisi pelastik bening yang didalamnya terdapat daun kering diduga narkotika jenis ganja seberat 44,45 gr dan sebuah tas selendang warna hitam.

DSH (26) dikenakan pasal 111 ayat (1) Jo Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun penjara paling lama 12 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp. 800.000.000,- paling banyak 8 milyar rupiah.

Lanjut ke kasus yang dirilis Polres Ciamis selanjutnya yaitu tindak pidana menyimpan dan mengedarkan sediaan farmasi jenis obat hexymer tanpa memiliki kewenangan. Modus oprandi pelaku sebagai pengedar obat Jenis Tryhexphenidyl.

Tersangka dalam kasus ini berinisial FN (30) yang beralamat di Perum Bale Manis Blok A.23 Rt. 007/002, Desa Pawindan, Kec/Kab. Ciamis.

Petugas berhasil mengamankan barang bukti yang diketahui sebagai milik tersangka yakni sebuah kantong kresek warna putih berisi 63 buah plastik klip transparan yang masing-masing berisi sediaan tablet bulat berwarna kuning diduga jenis obat hexymer sebanyak 8 butir dengan totol keseluruhan 504 butir.

Kasus berikutnya yang dirilis oleh Polres Ciamis yaitu Tindak Pidana penyalahgunaan narkotika jenis Sabu. Untuk modus operandi dari pelaku yakni sebagai kurir atau pengedar narkotika berjenis Sabu di wilayah Ciamis.

Tersangka dalam kasus ini berinisial JD (38) beralamat di Rt 02 Rw 14 Kel. Babakan Surabaya, Kec. Kiaracondong, Kota Bandung dan CP (42) yang diketahui sudah mendekam di lapas Ciamis.

Barang bukti yang diamankan oleh petugas yaitu sebungkus plastik klip tranparan berisi narkotika jenis sabu dengan berat 7,25 gram, satu unit hp merk phicom warna hitam dan satu unit hp merk Nokia berwarna biru.

Pelaku dijerat dengan pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 127 ayat (1) hurup a UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun penjara paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak 8 milyar rupiah.

Kasus terakhir yang dirilis oleh Polres Ciamis yakni Tindak Pidana penyalahgunaan narkotika berjenis sabu. Modus operandi yakni pelaku sebagai pemakai dan pengedar Narkotika jenis Shabu di Wilayah Ciamis.

Tersangka dalam kasus ini berinisial GG (28) yang beralamat di Desa Garawangi, Kec. Sumberjaya, Kab. Majalengka.

Petugas mengamankan barang bukti dari tangan tersangka berupa satu paket narkotika jenis sabu yang dibungkus menggunakan plastik klip transparan dan dikemas kembali ke dalam bekas bungkus rokok merk surya pro berwarna merah dengan berat 1,10 gr.

GG (28) dijerat dengan pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 127 ayat (1) hurup a UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun penjara paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 800.000.00,- dan paling banyak 8 Milyar Rupiah.

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA