Tuesday, 19 Mar 2019
Temukan Kami di :
Politik

Terungkap, Reuni 212 Terus Digaungkan Demi Daya Tawar Politik

Anas Baidowi - 30/11/2018 15:16

Beritacenter.COM - Gerakan Alumni 212 dinilai sudah berubah menjadi gerakan politik. Oleh sebabnya, aksi yang telah menjadi arena politik baru itu akan terus dibangkitkan, terutama menjelang Pilpres 2019. Reuni 212 semakin hilang dukungan masyarakat yang sadar adanya praktik politik identitas.

Ketua Setara Institute Hendardi menjelaskan, para elite 212 menargetkan gerakan itu meguasai ruang publik (public space) demi menaikkan daya tawar politik bagi pemburu kekuasaan atau dengan kelompok politik yang sedang memerintah.

"Bagi mereka public space adalah politik. Meski tujuannya tidak jelas, gerakan ini akan terus dikapitalisasi," kata Hendardi, Jumat (30/11).

Baca Juga : PPP Ingatkan Elite dan Paslon Belajar dari "Tampang Boyolali" Prabowo

Yang sangat disayangkan, kata Hendardi, gerakan 212 menggunakan agama Islam sebagai instrumen dan pranatanya. Padahal oleh banyak tokoh Islam di Indonesia, hal itu dianggap memperburuk kualitas kegamaan.

"Apa pun alasannya, populisme agama sesungguhnya menghilangkan rasionalitas umat dalam beragama. Juga menghilangkan rasionalitas warga dalam menjalankan hak politiknya," tuturnya.

"Reuni 212 ini sudah mulai ditinggalkan. Masyarakat mulai sadar untuk menjauhi praktik politisasi identitas agama demi tujuan politik semata," lanjutnya.

Kecuali, kata Hendardi, untuk kepentingan elite 212, maka gerakan ini sebenarnya tidak ada relevansinya menjawb tantangan kebangsaan dan kenegaraan.

cara reuni 212 ini rencananya digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (2/12), pada pukul 03.00-12.00 WIB. Panitia Reuni 212, sebelumnya, mengatakan aksi ini bertujuan menjalin silaturahmi persaudaraan masyarakat Indonesia sehingga siapa pun diundang ke acara tersebut.

"Di acara ini, kami pun ingin undang Bapak Presiden, Bapak Wapres, Kapolri, Menteri Agama, Panglima TNI, dan capres-cawapres karena ini merupakan bagian dari acara keumatan umat Islam untuk merajut ukhuwah persaudaraan 212 dan spirit 212 ada di masing-masing kami," ujar Ketua Panitia Bernad Abdul Jabar saat konferensi pers di gedung Dewan Dakwah Islam Indonesia, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (28/11).

Hal senada disampaikan Ketua Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Slamet Maarif. Slamet mengatakan aksi tersebut bertujuan menyatukan umat.

"Kami akan nanti dengarkan sambutan dan tausiah dari beliau di 212. Tapi yang jelas, kami fokus di 212 itu untuk silaturahmi, untuk menyatukan umat, untuk berdoa bersama buat anak bangsa, sekaligus memperingati Maulid Nabi," jelas dia.

 

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA